Rabu 21 Agustus 2019, 16:50 WIB

Malaysia Ingin Belajar Sistem Pengendalian Haji RI

Sitria Hamid | Humaniora
Malaysia Ingin Belajar Sistem Pengendalian Haji RI

MI/Sitria Hamid
Ketua Rombongan Haji Malaysia 1440H Dato Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman

 

INDONESIA memiliki sistem pengendalian jemaah haji terbaik, tersusun, dan sistematik, meski dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Jemaah haji Indonesia juga disiplin dan teratur.

Ketua Rombongan Haji Malaysia 1440H Dato Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman menyampaikan hal itu, saat bertemu dengan Misi Haji Indonesia, di Mekah, Selasa (20/8).

“Saya amat kagum sekali. Karena dengan jumlah jemaah yang begitu besar, hampir 231 ribu berbanding dengan Malaysia yang hanya 30 ribu, tapi bisa begitu dikendalikan dengan begitu tersusun, sistematik,” kata Dato Sri Syed Saleh.

Kerajaan Arab Saudi, lanjutnya, juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, bukan saja dari segi pengendalian, jemaah haji Indonesia juga dikenal disiplin.

"Punya ilmu secukupnya, dan dari segi ibadah haji dinilai sungguh teratur dan tidak menimbulkan perkara-perkara yang tidak diingini,” katanya.

Baca juga: Jemaah Haji Pendamping Lansia Dapat Prioritas

Rasa kagum tersebut, menurut Dato Sri Syed Saleh, yang membuat Malaysia ingin terus bekerjasama dengan Indonesia. Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir Tabung Haji Malaysia rutin mengadakan pertemuan dengan Misi Haji Indonesia guna melakukan sharing terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam pertemuan kali ini, Dato Sri Syed Saleh menyatakan, ada beberapa hal yang dipelajari oleh Tabung Haji Malaysia atas penyelenggaran haji yang dilakukan oleh Misi Haji Indonesia. Antara lain terkait masalah kesehatan haji, bimbingan ibadah haji dan penggunaan IT dalam pelayanan haji.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan, bahwa Indonesia terbuka untuk berbagi mengenai perbaikan pelayanan ibadah haji.

Indonesia, kata Sri Ilham, juga terus melakukan inovasi pelayanan haji. Dalam bidang bimbingan ibadah haji, selain pembimbing ibadah yang terdapat pada masing-masing kloter, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga menghadirkan konsultan dan pembimbing ibadah di masing-masing sektor yang ada di Makkah dan Madinah.

"Ini agar jemaah dapat lebih dekat bila ingin melakukan konsultasi ibadah,” katanya.

Sementara penggunaan IT dalam penyelenggaraan ibadah haji menurut Sri Ilham telah digunakan beberapa tahun lalu oleh Indonesia, dengan kehadiran aplikasi Haji Pintar. “Haji Pintar ini dapat dimanfaatkan oleh jemaah haji Indonesia, untuk mencari informasi-informasi tentang penyelenggaraan ibadah haji. Mulai dari rute bis, pemondokan, manasik, dan sebagainya,” jelas Sri Ilham.

Sri Ilham pun mengapresiasi kegiatan rutin yang dilakukan oleh Tabung Haji Malaysia dan Misi Haji Indonesia ini. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More