Rabu 21 Agustus 2019, 16:09 WIB

Masa Pensiun Peneliti Diperpanjang

Siswantini Suryandari | Humaniora
Masa Pensiun Peneliti Diperpanjang

Antara
Ilustrasi

 

DALAM menyongsong SDM iptek seperti diharapkan Presiden Joko Widodo dalam pemerintahan keduanya, Kemenristekdikti telah menyiapkan beberapa langkah strategis.

"Kesiapan SDM yang trampil ini, kami sudah melakukan beberapa langkah, seperti memperbaiki sistem pendidikan, perbaikan kurikulum, izin prodi, dan pembukaan infrastruktur perguruan tinggi. Kami juga membuka pendidikan jarak jauh yang nanti akan diresmikan di Denpasar dalam waktu dekat. Sebelumnya memang sudah ada Universitas Terbuka, Ini semakin diperluas," terang Dirjen Penguatan Ristek dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimiyati usai menghadiri 41 Tahun BPPT yang berlangsung di Gedung BPPT 2, Rabu (21/8).

Kemudian untuk peneliti maupun periset yang sudah memasuki masa pensiun per 1 Agustus 2019, bisa diperpanjang masa kerja untuk memperkuat SDM iptek.  Kemudian untuk peluang perekayasa dalam menciptakan inovasi, Kemenristekdikti menggunakan model sinergitas antarsektor. Mulai dari anggaran, riset, inovasi saling sinergi antarlembaga. Kemenristekdikti, lanjutnya mendorong inovasi di bidang startup yang berisi hasil riset litbang. Sehingga hasil-hasil riset ini bisa menjangkau masyarakat secara luas.

baca juga: Wiranto: Karhutla 99% karena Ulah Manusia

Disinggung tentang dana abadi untuk penelitian, Dimiyati menjelaskan bahwa dana abadi penelitian yang ada saat ini berjumlah Rp990 miliar.

"Kita manfaatkan bunganya 6-7% untuk penelitian. Pada tahun 2020, dana abadi ini akan ditambah menjadi Rp5 triliun yang bersumber dari APBD. Dan setiap tahun memang bertambah," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More