Rabu 21 Agustus 2019, 14:38 WIB

Apkasi Kerja Sama Dengan Bukalapak Genjot Ekonomi

Arnoldus Dhae | Nusantara
Apkasi Kerja Sama Dengan Bukalapak Genjot Ekonomi

MI/Khoirul Hamdani
Ketua Asosiasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (Apkasi), Abdullah Azwar Anas

 

KETUA Asosiasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (Apkasi), Abdullah Azwar Anas mengatakan persoalan yang dihadapi pemerintah daerah adalah pemasaaran produk-produk secara online. Untuk itu harus ada gebrakan dalam politik ekonomi di daerah-daerah, agar produk daerah bisa laku dan berdampak memajukan perekonomian.

Untuk itu peran kabupaten dan kota dalam memajukan ekonomi daerahnya sangat dibutuhkan.

"Tidak ada cara lain untuk memajukan ekonomi Indonesia, selain memanfaatkan jaringan teknologi yang ada. Terutama di bidang pemasaran secara online. Kami sadar betul bahwa masih banyak pemerintah daerah yang belum maksimal untuk memanfaakat teknologi dalam memasarkan produknya. Apkasi mendorong agar seluruh Pemda memanfaatkan teknologi dalam promosi dan pemasaran, sebab banyak produk yang bagus bagus namun kalah di pemasaran dan promosi melalui teknologi," ujar Anas, disela-sela Rakernas Apkasi di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).

Saat ini ada 416 kabupaten bertemu di Nusa Dua Bali. Mereka terdiri dari bupati, Sekda, pimpinan OPD yang berkepentingan untuk memajukan ekonomi daerah. Jumlah ini adalah potensi yang sangat besar dibanding dengan asosiasi gubernur seluruh Indonesia yang jumlahnya hanya 34 provinsi.

"Kami memandang forum ini sangat penting dan strategis, terutama untuk merespon berbagai perkembangan baru termasuk setelah Presiden menyampaikan pidato nota keuangan tahun 2020," ujarnya.

Dampaknya, dana transfer akan meningkat, dana beasiswa juga akan meningkat, dana pendidikan meningkat, BPJS meningkat dan sebagainya. Di sisi lain, pengembangan SDM dan pelayanan publik pemerintah pusat di daerah yaitu para bupati dan seluruh OPD belum optimal. Padahal, dukungan anggaran sangat besar, dukungan yang signifikan terimplementasi di APBD semakin besar.

"Apkasi mendorong teman-teman di daerah untuk lebih pro aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi informasi yang saat ini sudah berbasis online," ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Apkasi akan menandatangi MoU dengan Bukalapak.com. Tujuannya agar semua Pemkab di Indonesia bisa menggunakan Bukalapak dalam memasarkan produknya. Selain itu akan dilakukan pameran Smart Regency dari berbagai Pemda di seluruh Indonesia yang sudah maju. Forum-forum ini adalah upaya-upaya untuk memberikan pelayanan yang yang maksimal berbasis IT yang dikembangkan di daerah-daerah.

Bukalapak telah melakukan pembicaraan dan sekaligus secara teknis telah dilakukan persiapan bersama beberapa kepala dinas yang sudah siap. Bukalapak bersama Apkasi nanti akan mengajarkan bagaimana pemasaran produk lokal yang bisa diakses oleh online.

"Di Banyuwangi misalnya, sudah ada banyuwangi.com. Nah itu sudah bagus sudah jalan tapi ternyata kalau tidak ada promosi produk barang tentu hasilnya tidak maksimal," ujarnya.

baca juga: Mahasiswa Papua Tolak Kedatangan Fadli Zon

Apkasi akan terus mendorong Pemda agar mengganti dengan yang berbasis teknologi informasi. Tujuanya, agar produk-produk unggulan mereka bisa dijual, digunakan, sehingga menjadi cara dari daerah untuk menghadapi tumbuhnya model-model pemasaran baru.

"Karena tidak bisa lagi sekarang kepala daerah bersama dinas UMKM angkut-angkut pameran-pameran pindah sana pindah sini. Kalau tidak dibarengi dengan yang online selain yang offline ini maka kita akan tertinggal jauh," ujarnya. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More