Rabu 21 Agustus 2019, 13:02 WIB

Butuh Stimulus Moneter, BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan Lagi

Atalya Puspa | Ekonomi
Butuh Stimulus Moneter, BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan Lagi

MI/PANCA SYURKANI
Seorang perempuan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Gedung C Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat

 

EKONOM Indef Bhima Yudhistira menilai Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bsp ke level 5,5%

Penurunan tingkat suku bunga acuan, kata Bhima, diharapkan menjadi stimulus bagi perekonomian Indonesia.

"Suku bunga yang rendah diperlukan untuk menstimulasi perekonomian," kata Bhima kepada Media Indonesia, Rabu (21/8).

Dikatakannya, perekonomian Indonesia saat ini membutuhkan rangsangan untuk terus tumbuh positif. Pasalnya, Faktornya proyeksi inflasi tahun ini diperkirakan rendah di bawah 3.5%. Apalagi di 2020 inflasi diasumsikan hanya 3.1%.

"Periode inflasi yang rendah biasanya disertai dengan bunga acuan yang rendah," lanjut Bhima.

Baca juga: Investor Harap-Harap Cemas Hasil RDG BI, IHSG Diramal Melemah

Di samping itu, stabilitas nilai tukar rupiah masih terjaga di bawah asumsi 15.000 per dolar AS pada APBN 2019. Proyeksi pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan hanya mencapai 5%.

"Tekanan perang dagang, harga komoditas yang rendah, dan konsumsi lambat memerlukan stimulus moneter," tutup Bhima.

Bank Indonesia, saat ini, tengah mengadakan Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung hingga esok.

Sebelumnya, berdasarkan hasil RDG Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019, BI memutuskan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More