Rabu 21 Agustus 2019, 06:50 WIB

Masalah SDM Jadi Tantangan Bangsa

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Masalah SDM Jadi Tantangan Bangsa

Ist
Presiden Jokowi di muktamar PKB di Bali.

 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan bahwa tantangan besar bagi bangsa Indonesia ialah membangun sumber daya manusia. Karena itu, pemerintahannya ingin menyiapkan anak Indonesia dengan pemberian gizi yang cukup.

"Kita sudah membangun infrastruktur dalam lima tahun dan terus dilanjutkan lima tahun ke depan. Mungkin tantangan lebih besar yaitu membangun SDM," kata Presiden Jokowi dalam pembukaan Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa di Bali, kemarin malam.

Presiden kini telah memerintahkan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sejak dalam kandungan agar tidak mengalami stunting atau ke-kerdilan. Saat ini angka stunting di Indonesia turun dari 38% di 2015 menjadi 30%, tetapi tetap masih tinggi. 

"Begitu lahir, makanan bergizi untuk anak harus dipenuhi, dan di saat pendidikan dasar paling penting ialah bangun karakter dan berikan nilai budi pekerti, etika agama, dan toleransi, baru tambahannya matematika," katanya.

Ditambahkannya, anak juga perlu diperkenalkan bagaimana membangun kerja sama, daya kritis, daya argumentasi, dan mencari solusi pada pendidikan menengah. Kemudian untuk jenjang berikutnya, pendidikan anak harus lebih spesifik lagi. "Pekerjaan di masa depan akan berubah sehingga anak harus dipersiapkan," tambahnya.

Jokowi juga berharap pembuatan regulasi dapat dipercepat sehingga Indonesia mampu mengatasi ketertinggalan dari negara lain. "Kecepat-an membawa Indonesia maju ke depan. Jangan bikin banyak peraturan daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan istilah peradaban ialah hal familier bagi PKB, NU, dan santri. Bagian utama peradaban ialah pembangunan infrastruktur.

"PKB merasakan dengan adanya jalan tol para kiai bisa ditemui dengan cepat. Ketulusan Presiden dalam membangun negeri akan didukung oleh NU dan PKB," ujarnya.

Dia juga berharap pengurus PKB semakin melek teknologi informasi. "Semua digerakkan oleh teknologi digital. Inovasi industri 4.0 tak dihindari dan akan menentukan arah dunia. Dengan kemajuan teknologi, zonasi menjadi tidak penting lagi. Teknologi informasi dan media sosial akan menjadi basis PKB," tegasnya.

Pembukaan Muktamar V PKB juga dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PSI Grace Natalia, Wakil Ketum PPP Arwani, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan sejumlah pejabat lainnya. (OL/Ant/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More