Selasa 20 Agustus 2019, 22:35 WIB

Berjasa Kumpulkan Ilmuwan Diaspora di Tanah Air

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Berjasa Kumpulkan Ilmuwan Diaspora di Tanah Air

ANTARA
Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti.

 

DIREKTUR Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti, menerima penghargaan dari Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4). Penghargaan ini disematkan atas dedikasinya dalam pengembangan organisasi I4.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini dianggap pantas menerima penghargaan atas kontribusinya dalam beberapa tahun ini mengundang para diaspora Indonesia berkumpul di Tanah Air untuk sinergi dan kolaborasi memajukan ilmu pengetahuan dan riset sekaligus mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo menggenjot sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Kami telah membahas bersama dan memutuskan Dirjen Ghufron pantas menerima penghargaan ini atas visi besarnya melalui Simposium Cendekiawan Kelas Dunia atau SCKD hingga mampu merangkul para ilmuwan diaspora," jelas Ketua I4, Deden Rukmana, melalui keterangan resmi di Jakarta, hari ini.

Deden mengatakan, program SCKD menjadi rumah bagi ilmuwan diaspora yang tersebar di berbagai negara di dunia. Sehingga para ilmuwan diaspora merasa terpanggil untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia mencetak SDM unggul.


Baca juga: Plus Minus Rektor Asing di Mata Diaspora Indonesia


"Kita mempunyai rumah. SCKD adalah rumah kita bersinergi dan berbagi untuk kita bersinergi dan berkontribusi agar Indonesia menjadi bangsa kita lebih maju lagi," tandasnya.

Ghufron mengaku terkejut dan tidak menduga dirinya bakal menerima penghargaan tersebut. Ia pun berterima kasih atas penghargaan yang diberikan.
 
"Dunia ini penuh kejutan, termasuk I4 yang memberikan penghargaan ini. Saya merasa surprise," ujarnya.

Penghargaan itu diberikan dalam rangka hari jadi ke-10 tahun I4 yang bertepatan dengan penyambutan ilmuwan diaspora mengikuti kegiatan Simposium Cendikia Kelas Dunia (SCKD) 2019.

SCKD merupakan program Direktorat Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti mengundang ilmuwan diaspora untuk berkolaborasi dengan ilmuwan dan akademisi perguruan tinggi di Indonesia. Mereka saling berdiskusi tentang potensi dan peluang Indonesia dalam berbagai bidang akademik, kerja sama riset, inovasi, dan lain lain. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More