Rabu 21 Agustus 2019, 04:20 WIB

Mengenal Mikrobioma, si Bakteri Baik

Zubaedah hanum hanum@mediaindonesia.com | Humaniora
Mengenal Mikrobioma, si Bakteri Baik

MI/Grafik Seno
Mengenal Mikrobioma, si Bakteri Baik

 

BAGAIMANA cara anak dilahirkan menjadi faktor penting dalam pembentukan microbiome (mikrobioma) kulitnya, demikian hasil penelitian para ahli dari Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok, yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology terbaru.

"Ternyata, lingkungan mikro di sekitarnya sangat memengaruhi mikrobioma kulit dan keragaman alpha dari microbiome kulit meningkat selama masa kanak-kanak," ucap Peneliti utama Zhe-Xue Quan, Departemen Pendidikan Laboratorium Kunci untuk Ilmu Keanekaragaman Hayati dan Teknik Ekologi, Institut Ilmu Keanekaragaman Hayati, Sekolah Ilmu Hayati, Universitas Fudan, seperti dikutip dari Science Daily, Selasa (13/8).

Peneliti memeriksa perubahan mikrobiota kulit dan menganalisis hubungan antara mikrobioma kulit dan lingkungan mikro seperti halnya antara komposisi mikrobiota anak-anak dan ibu pada 158 anak berusia 1-10 tahun.

Sampel diambil dari tiga lokasi kulit, yakni pusat pipi, lengan bawah, dan titik fokus betis. Struktur mikrobioma antara anak-anak dan ibu mereka dibandingkan menggunakan sequencing amplicon gen 16S rRNA. Menurut Quan, populasi bakteri pada kulit anak sebagian besar mirip dengan ibu mereka dan dipengaruhi dalam jangka panjang dengan cara mereka dilahirkan saat lahir, apakah dengan operasi caesar atau persalinan pervaginam.

Apa pentingnya mikrobioma? Keberadaan mereka penting sekali karena menentukan daya tahan tubuh seseorang. Mikrobioma kulit yang sedang berkembang berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh. "Kolonisasi mikroba berjalan paralel dengan pengembangan sistem kekebalan tubuh," sebut Quan.

Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia, dr Srie Prihianti SpKK, PhD, FINSDV, FAADV, menjelaskan, mikrobioma hidup pada tubuh manusia yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan patogen atau parasit pemicu penyakit.

Sebagian besar dari mereka adalah bakteri yang tersebar pada seluruh tubuh, termasuk kulit, yang memengaruhi perkembangan fisik dan mental, perilaku makan, dan ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Keseimbangan mikrobioma kulit merupakan salah satu faktor penting yang harus dijaga. Pasalnya, jumlah dan tipe si kuman baik ini akan bertambah seiring waktu dan exposure yang dialaminya dan dipengaruhi faktor persalinan. "Kalau jumlah kuman baik ini seimbang, kuman sulit nempel," ujar Srie saat peluncuran transformasi produk Johnson's di Jakarta, belum lama ini.

Jangan terlalu steril

Penelitian gabungan selama lima tahun lewat Human Microbiome Project mengungkap, sekitar 100 triliun bakteri baik hidup dalam tubuh manusia. Mereka menjaga dan membuat barrier tetap berfungsi.

Begitu keluar dari rahim, bayi telah mewarisi bakteri dari ibunya. Hingga berumur 2-3 tahun sistem kekebalan tubuh bayi tumbuh bersama mikrobioma. Mereka belajar tidak menyerang bakteri.

Jika salah perawatan, keseimbangan jumlah mikrobioma pada kulit bayi akan terganggu. Pasalnya, kulit bayi 30% lebih tipis dan lebih sensitif jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa sehingga lebih cepat kehilangan kelembapan serta rentan terhadap iritasi dan infeksi. "Para ibu sebaiknya memperhatikan perawatan kulit bayi," ungkapnya.

Namun, ia mewanti-wanti agar perawatan bayi tidak terlalu steril dari kuman karena akan berdampak buruk pada perkembangan kekebalan tubuh. Kulit yang dirawat terlalu bersih tidak bisa melawan atau mengenali kuman-kuman jahat di sekitarnya. "Malah membentuk antibodi untuk melawan kuman jahat itu, yang akhirnya memicu alergi," kata Srie.

Hal itu, menurutnya, cukup menjelaskan mengapa angka kasus kulit sensitif dan alergi saat ini terus meningkat, khususnya di perkotaan. Kulit yang terlalu bersih tidak bisa belajar untuk mempertahankan dirinya. "Kalau di desa jarang ada kasus kulit sensitif atau alergi," timpalnya.

Robert Kwon, Associate Director, Head of Scientific Engagement for Johnson & Johnson Baby Care, Asia Pacific, mengatakan pihaknya menyadari peran penting mikrobioma dan menelitinya. Hasilnya, didapati formula baru menggunakan kapas alami yang lebih ramah kulit.

"Kontak skin-to-skin bermanfaat untuk membantu menyeimbangkan perkembangan mikrobioma pada kulit bayi." (H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More