Selasa 20 Agustus 2019, 19:00 WIB

September Nanti Ada Jazz Di Tengah Pedesaan Borobudur

Galih Agus Saputra | Weekend
September Nanti Ada Jazz Di Tengah Pedesaan Borobudur

Antara
Salah satu Balkondes di Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah.

ANDA yang pernah berkunjung ke perdesaan sekitar Candi Borobudur, Jawa Tengah, mungkin pernah melihat pendopo-pendopo cantik bernama Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Di wilayah tersebut terdapat 20 Balkondes yang memamerkan dan menjual berbagai kerajinan desa. Ada pula Balkondes yang menyediakan penginapan dan kafe bernuansa alam.

September mendatang, tepatnya tanggal 14, Balkondes di Desa Wisata Tuksongo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, didapuk sebagai panggung Balkonjazz Festival 2019.

Festival bertajuk 'Balkonjazz 2019: Nature in Harmony' yang digelar oleh Kementerian BUMN, yang sekaligus sebagai pendiri Balkondes, dibuka gratis untuk umum.

Direktur PT. Manajemen CBT Nusantara, Jatmika Budi Santoso, selaku promotor Balkonjazz 2019 mengatakan gelaran ini sengaja dihelat sebagai peringatan hari jadi Balkondes yang kedua. Selain menampilkan sejumlah musikus kenamaan asal ibu kota, gelaran itu juga dikhususkan sebagai media pajang dan pemasaran produk andalan dari 20 Balkondes yang tersebar di beberapa wilayah sekitar Candi Borobudur.

"Kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur maupun beberapa destinasi wisata lainnya yang tersebar di sekitarnya menjadi hal yang membahagiakan untuk perkembangan ekonomi di Indonesia. Dengan adanya Balkondes, tentunya menjadi solusi yang baik bagi para wisatawan yang ingin menambah durasi tinggalnya. Semakin lama wisatawan untuk menetap, hal itu tentunya akan berdampak baik bagi pergerakan ekonomi, terutama bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata," tutur Jatmika, dalam konferensi pers Balkonjazz 2019, di Gedung Kementrian BUMN, Gambir, Jakarta, Selasa (20/8).

Secara lebih spesifik, Inisiator sekaligus Direktur Balkonjazz 2019, Bakar Wibowo mengatakan bahwa nantinya festival itu akan dikemas dengan nuansa panorama alam yang dikolaborasikan dengan sajian musik, pasar tradisional, serta kesenial lokal. Sejumlah musikus yang digandeng ada nama-nama seperti Yura Yunita, Rio Febrian, Frau, hingga Payung Teduh, Dialog Dini Hari, Langit Sore, Tashoora, dan Nosstress.

Sementara produk andalan dari Balkondes yang hendak menjadi sajian utama dalam gelaran ini, kata Bakar, diantaranya terdiri dari keriping singkong, tahu, madu, kopi, dan cokelat, hingga produk tekstil berupa batik, dan sejumlah produk kerajinan atau cenderamata, dan lain sebagainnya.

"Sebetulnya di Indonesia banyak sekali potensi lokal yang belum diketahui atau terhiden bagi masyarakat domestik maupun mancanegara. Tak hanya Balkonjazz juga yang ingin mengangkat potensi yang ada. Maka dari itu, melalui festival ini diharapkan ke depannya akan memantik festival-festival serupa yang akan sangat berpengaruh untuk mengangkat potensi lokal yang ada di daerahnya masing-masing," imbuh Bakar.

Pihak Manajemen CBT Nusantara turut menambahkan, meskipun Balkonjazz dibuka secara gratis, mereka juga menawarkan beberapa fasilitas VIP yang dibagi menjadi beberapa paket. Paket Silver seharga Rp. 550.000, Gold Rp. 850.000, Platinum Rp. 1.300.000, Diamond Rp. 1.500.000, serta Group seharga Rp. 2.400.000. Melalui paket tersebut, sejumlah fasilitas yang ditawarkan mulai dari spot VIP, Merchandise, T-Shirt, dan masih banyak lagi. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More