Selasa 20 Agustus 2019, 17:08 WIB

Penangguhan Larangan AS Tidak Direspons Positif Huawei

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Penangguhan Larangan AS Tidak Direspons Positif Huawei

AFP/Fred Dufour
Perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei, menilai AS tetap bersikap tidak adil dan melanggar perdagangan bebas.

 

PERUSAHAAN Huawei menganggap kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak mengubah fakta dan menilai AS tetap memiperlakukannya secara tidak adil.

Sebelumnya, Washington menangguhkan larangan penjualan komponen dari perusahaan AS kepada Huawei selama tiga bulan.

Kementerian Perdagangan AS secara efektif menunda penerapan aturan khusus terkait larangan penjualan komponen dan layanan kepada Huawei. Selanjutnya, Washington melarang pembelian produk dari raksasa teknologi Tiongkok. Penundaan kebijakan tersebut merupakan yang kedua kali.

Di lain sisi, pemerintah AS berencana memasukkan 46 perusahaan ke daftar anak perusahaan dan afiliasi Huawei, yang menjadi target larangan ketika efektif diberlakukan. Dengan kebijakan itu, total perusahaan yang masuk dalam daftar khusus lebih dari 100.

Kebijakan larangan diumumkan awal tahun ini. Otoritas AS menuduh Huawei mencuri  sumber informasi untuk kepentingan intelijen Tiongkok. Namun Huawei telah membantah tuduhan tersebut. 

"Sudah jelas bahwa keputusan ini sengaja dibuat pada waktu khusus, yang bermotivasi politik. Tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional," demikian pernyataan Huawei. Pihak Huawei menyebut sikap pemerintah AS melanggar prinsip persaingan pasar bebas.

"Upaya menekan bisnis Huawei tidak akan membuat AS sebagai pemimpin teknologi. Perpanjangan lisensi umum sementara tidak mengubah fakta, bahwa Huawei diperlakukan secara tidak adil," kata Huawei.

Langkah Washington yang diumumkan pada Senin (19/8) waktu setempat, menyatakan Huawei dapat membeli semikonduktor buatan AS dan komponen penting lainnya.

Dalam hal ini, kebutuhan untuk pembuatan telepon dan peralajatan jaringan. Di samping itu, perusahaan telekomunikasi AS dapat membeli peralatan jaringan Huawei.

Huawei, yang digadang-gadang sebagai pemimpin global peralatan jaringan 5G, terseret dalam perang dagang antara AS dan Tiongkok. Kedua negara saling melemparkan serangan tarif bernilai ratusan miliar dolar, dalam perdagangan dua arah.

Penangguhan larangan tidak menunjukkan perubahan kekhawatiran AS. Peralatan Huawei diyakini menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional. Maupun, pencabutan larangan umum tentang penggunaan sistem 5G di Negeri Paman Sam.

"Kami terus meminta konsumen untuk meninggalkan produk Huawei. Namun, kami menyadari dibutuhkan banyak waktu untuk mencegah berbagai disrupsi," ujar Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, melalui pernyataan resmi.

Awal Agustus, Huawei meluncurkan sistem operasi mandiri bernama HarmonyOS. Sistem tersebut merupakan perangkat lunak yang sangat dinantikan, karena dianggap penting bagi kelangsungan kelompok teknologi. Mengingat, Huawei dibayangi larangan pembatasan akses terhadap sistem Android milik Google.(AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More