Selasa 20 Agustus 2019, 12:40 WIB

Yang Termuda Angkat Bicara

Akhmad Safuan | Nusantara
Yang Termuda Angkat Bicara

MI/Akhmad Safuan
Politikus Partai NasDem yang menjadi termuda di DPRD Jepara Alrisfian Tegar Wijaya

 

POLITIKUS Partai NasDem yang menjadi termuda di DPRD Jepara, Alrisfian Tegar Wijaya, 22, berikrar akan membawa perubahan dengan kreasi dan inovasi baru saat bertugas sebagai legislator. Dia maju sebagai calon wakil rakyat karena belum ada keterwakilan kaum muda di wilayah tersebut.

Alrisfian, putra Kepala Desa Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, kehadiran anak muda itu di dunia politik yang kini masih menimba ilmu di jurusan Ilmu Hukum semester VII di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, menjadi fenomena menarik.

Dia maju menjadi calon legislatif dari Partai NasDem memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Jepara di Dapil III Jepara. Pemuda kelahiran 18 Agustus 1997 yang biasa disapa Tegar tersebut mampu memperoleh 2.978 suara dan membawanya ke kursi DPRD

Saat ditemui di sela kesibukannya di Kantor DPRD Jepara, kemarin, Alrisfian terlihat ceria dan lebih banyak mendengar serta belajar dari para senior di Fraksi NasDem.

Namun, gagasannya sebagai anak muda membawa suasana segar dan menarik dalam setiap diskusi. "Saya masih harus banyak belajar dari para senior sebagai anggota baru di DPRD Jepara periode 2019-2024. Namun, gagasan baru tentu akan saya bawa untuk kemajuan Jepara."

Terpisah, para anggota DPRD Kabupaten Garut terpilih periode 2019-20124, berjanji akan mendukung pemerintahan, terutama dalam hal meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

"Kami akan terus mendukung program pemerintah daerah, terutama pembangunan di berbagai sektor guna meningkatkan penghasilan, yakni pendapatan asli daerah karena sebagian besar daerah di Kabupaten Garut selama ini ialah daerah agraris dan pariwisata, tetapi yang paling cocok tentunya untuk dikembangkan ialah sektor Industri," kata anggota DPRD Garut termuda Dila Nurul Fadilah, 23, kemarin.

Fokus ke PAD

Sementara itu, anggota DPRD muda lainnya, yakni Marianus Gabriel P Raring, pria kelahiran Lewoeleng 13 September 1981, harus meniti pengalaman berliku sebelum duduk di kursi wakil rakyat. Pengalaman dua periode gagal bertarung di pentas pemilu legislatf, membuat dia memiliki kiat yang kuat untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Dengan mengusung program Awal Perjuangan Bersama Menggapai Perubahan, Geby berupaya mengikat hubungan kerja timbal balik dengan para konstituen. Pengalaman bergelut di berbagai Lembaga NGO sejak menamatkan kuliah pada 2007, membuat ayah dua anak ini yakin untuk melangkah ke kancah politik.

Menurutnya, peningkatan penerimaan asli daerah (PAD) dapat ditingkatkan jika seluruh pengambil kebijakan di daerah tersebut mampu bertahan untuk tidak mengeluarkan anggaran daerah guna kepentingan individu.

"Semua target penerimaan PAD berawal dari proses perencanaan. Jika gagal merencanakan, sama dengan merencanakan kegagalan. Misalnya, saat ini pemerintah menargetkan kenaikan PAD Lembata dari sektor pajak menjadi 3,6%. Target ini harus dilihat dulu, apakah sudah murni PAD atau masih berkutat dengan pembiayaan aparatur," tukas Geby. (AD/PT/LD/RF/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More