Senin 19 Agustus 2019, 22:45 WIB

Adi Putra Bangga Karyanya Diapresiasi Negara

mediaindonesia.com | Humaniora
Adi Putra Bangga Karyanya Diapresiasi Negara

Ist
Seniman muda Indonesia, Adi Putra, masuk dalam 74 Ikon Apresiasi Pancasila 2019.

 

BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila menetapkan 74 Ikon Apresiasi Pancasila 2019 yang diberikan di De Tjolomadoe, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (19/8).

Tokoh yang masuk dalam daftar berasal dari beragam latar belakang, mulai dari sains dan inovasi, olahraga, seni budaya, bidang kreatif hingga social entrepreneur.

Salah satu ikon dari bidang seni budaya ialah Adi Putra. Ia adalah sutradara dan seniman fotografi yang karya-karyanya banyak mendapat apresiasi positif di kancah internasional yang membawa harum nama Indonesia.

Saat berusia 22 tahun, Adi melenggang di karpet merah Cannes Film Festival 2012 lewat filmnya berjudul 'Adam' di kategori short corner.
Adi juga pernah berkolaborasi dengan musikus Moby di video klip  'A Case For Shame’ serta menggelar pameran foto di Amerika Serikat hingga Jepang.

Karya eksperimentalnya mengajak penikmat seni masuk ke dalam dunia surealisme dengan permainan komposisi warna yang nostalgic.

Saat mendapat informasi bahwa dirinya terpilih menjadi ikon Pancasila, Adi pun mengaku heran dan sama sekali tak menyangka. Pasalnya, karya-karyanya lebih banyak dipamerkan di luar negeri dan tidak banyak pemberitaan tentang dirinya di Indonesia.


Baca juga: Berkontribusi Olah Sampah, UBL Terima Penghargaan


"Saya tidak mengira. Selama ini, saya mengira kalau kerjaan saya tidak di-notice oleh negara. Karena memang saya kerja sendiri, tidak menggembar-gemborkan, nggak bilang-bilang. Jadi saat saya mendapat ini, 'Wow, keren'. Rasanya bangga. Orangtua saya juga bangga," ujar Adi saat mengetahui namanya masuk dalam daftar 74 ikon tersebut dalam keterangannya, Minggu (18/8).

"Apalagi saat saya lihat list-nya, banyak orang-orang yang saya kagumi dan saya lihat waktu kecil seperti Christine Hakim, Addie MS, dan lain-lain. Ikon-ikon yang saya tonton saat masih kecil," tambahnya.

Meski banyak berkarya di luar negeri dan lebih banyak mendapat apresiasi dari luar negeri, hal itu tidak menyurutkan kecintaan Adi terhadap Indonesia, tanah kelahirannya.

"Saya lahir di sini. Bagaimana pun juga, Indonesia sudah bagian dari identitas saya. Saya tidak bisa, tidak cinta dengan identitas saya sendiri. Kalau saya tidak cinta dengan Indonesia, itu sama saja saya tidak cinta dengan identitas saya," terang Adi.

Bagi dia, mendapat apresiasi ini merupakan pemicu baginya untuk terus berkarya.

'Setidaknya saya secara resmi sudah di-notice oleh negara. Jadi ke depannya, saya ingin membuat feature film di Indonesia. Semoga ini bisa mempermudah. Tapi saya belum bisa infokan dulu karena masih dalam taraf riset," tutup Adi. (RO/OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More