Senin 19 Agustus 2019, 22:30 WIB

Berkontribusi Olah Sampah, UBL Terima Penghargaan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Berkontribusi Olah Sampah, UBL Terima Penghargaan

Ist
Kasubdit Abdimas dan KKN UBL, Putri Suryandari ST MArs (tengah), menerima penghargaan dari Kepala LL-Dikti Wilayah III Dr Illah Sailah.

 

RANGKAIAN perayaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia pada tahun ini mempunyai makna tersendiri. Pada momentum berharga ini, Universitas Budi Luhur (UBL) menerima penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah III DKI Jakarta.

Kepala LL-Dikti Wilayah III DKI Jakarta, Dr Illah Sailah, memberikan penghargaan kepada Kampus UBL atas prestasinya di bidang pengabdian masyarakat karena dinilai berkontribusi nyata melibatkan masyarakat pegiat sampah se-Jabotabek dalam mengolah sampah saset minuman menjadi permadani terbesar di dunia.

Tahun ini, Universitas Budi Luhur bidang Abdimas dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dikomandani Bank Sampah Budi Luhur, bersama dengan pegiat kreasi sampah se-Jabotabek mengolah sampah saset plastik minuman menjadi permadani daur ulang.

Kegiatan tersebut telah dimulai sejak Januari 2019 dalam bentuk lomba pembuatan permadani daur ulang bagi seluruh pegiat kerajinan sampah se-Indonesia. Peserta yang mengirimkan kreasinya sebanyak 33 kelompok berasal dari 6 provinsi di Indonesia.

Hasil dari 33 permadani tersebut kemudian digabungkan menjadi satu, disambung dengan beragam kemasan saset minuman sehingga menghasilkan permadani seluas 100,8 meter persegi terdiri atas sejumlah 300.000 saset.


Baca juga: Diaspora Diminta Berkontribusi Wujudkan SDM Unggul


"Bayangkan bila sampah saset sebanyak itu masuk ke sungai atau selokan, tentu akan bermasalah bagi lingkungan. Selama ini di dunia belum ada kreasi permadani dari saset minuman sebesar ini. Sehingga layak bila Universitas Budi Luhur dikatakan telah memecahkan rekor dunia," kata Kasubdit Abdimas dan KKN Universitas Budi Luhur, Putri Suryandari ST MArs, mewakili Plt Rektor Universitas Budi Luhur, Dr Ir Wendi Usino, di Jakarta, melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Kepala LL-Dikti Wilayah III dalam sambutannya mengutarakan, penghargaan itu diberikan atas karya nyata Universitas Budi Luhur di bidang pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah.

"Karya nyata yang secara konsisten berkesinambungan," ungkap Illah Sailah.

Selama ini, Universitas Budi Luhur telah konsisten sejak 2013 melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan sampah, dimulai dengan membentuk Kampung Recycle bagi warga Petukangan Utara  Jakarta Selatan, di sekitar kampus, membentuk Bank Sampah Budi Luhur pada 2014, membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur Petani Sampah pada 2015.

Kemudian membentuk Kampung Petani Sampah di Kamal, Jakarta Barat, mendirikan Galery Bank Sampah pada 2017 untuk menampung seluruh kreasi daur ulang warga binaan, menyiapkan pengelolaan limbah saset minuman botol dan gelas plastik, serta memberikan pelatihan dan pendampingan membentuk kader pengrajin sampah di 30 kecamatan di 5 provinsi di Indonesia.
 (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More