Senin 19 Agustus 2019, 17:26 WIB

Coutinho Warisi Nomor Punggung Robben

Cahya Mulyana | Sepak Bola
Coutinho Warisi Nomor Punggung Robben

HO/FC BAYERN MUNICH/AFP
Coutinho resmi bergabung dengan Bayern Munchen dengan status pinjaman.

 

PHILIPPE Coutinho resmi hijrah ke Bayern Munchen usai masa depannya tidak jelas di Barcelona dengan status pinjaman namun terdapat opsi pembelian setelah satu musim kemudian. Bersama Bavarian, gelandang asal Brasil itu akan mengenakan nomor punggung 10, warisan dari Arjen Robben.

Coutinho kala berseragam Barca kurang cemerlang dan gagal memenuhi ekspektasi sebagai pemain termahal di Camp Nou. Bahkan ia nilainya sangat buruk di mata manajemen Barca sehingga sempat akan menjadi bahan transaksi dengan skema barter untuk memulangkan Neymar dari Paris Saint Germain.

Keberanian Munchen menjadikan pengganti Robben yang pensiun akhir musim lalu membuatnya bahagia. Pasalnya ia akan mendapatkan tantangan baru dan suasana baru yang bisa menjadi tempat melanjutkan karir gemilangnya seperti di Liverpool.

“Bagi saya, perubahan ini merupakan tantangan baru di negara baru di salah satu klub terbaik di Eropa. Saya sangat menantikan ini,” ujar Coutinho dilansir dari FoxSport, Senin (19/8).

Baca juga: Coutinho Tolak Dipinjamkan ke Totenham

Direktur Olahraga milik Bayern, Hasan Salihamidzic yang memboyong Coutinho ke Munchen mengatakan proses transfer Coutinho sangat mudah karena didorong keinginan sang pemain untuk hijrah. Dengan begitu pihaknya tinggal bernegosiasi dengan Barca yang telah berlangsung lancar.

“Dia adalah pemain kelas dunia dengan kemampuan yang sangat bagus yang dapat digunakan secara bervariasi dalam lini serang,” ujarnya.

Barcelona dan Bayern Munich menyepakati proses transfer dengan membayar uang pinjaman sebesar € 8,5 juta dan sanggup menanggung gaji Coutinho. Perjanjian ini juga membuak opsi beli dari Bayern dengan harga €120 juta euro musim selanjutnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More