Senin 19 Agustus 2019, 16:50 WIB

Empat Era Dalam Jagat Sinema Bumilangit

Abdillah Marzuqi | Weekend
Empat Era Dalam Jagat Sinema Bumilangit

Mi/Susanto
Peluncuran film Gundala.

MASIH kelanjutan mengenai rangkaian film superhero Jagat Sinema Bumilangit Jilid I, Creative Producer Screenplay Bumilangit Joko Anwar menjelaskan jika plot cerita berada dalam empat era. Masing-masing era tersebut adalah era legenda, era jawara, era patriot dan era revolusi.

"Era Jawara adalah era para pendekar, mereka ada di masa kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dengan 50 judul komiknya yang telah diterbitkan. Di antaranya ada Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala," jelas Joko dalam temu media yang berlangsung Minggu (18/8).

Pria yang juga sutrdara film Gundala yang akan tayang 29 Agustus 2019 itu lebih lanjut menuturkan jika era patriot adalah era para jagoan. Mereka ada di masa sekarang. Jagat patriot terdiri dari 700 karakter dan 110 judul komik yang telah diterbitkan.

Komik-komik itu telah terjual lebih dari dua juta eksemplar dan dibaca oleh lebih dari sepuluh juta orang. Karakter-karakter terkemuka yang termasuk di dalamnya adalah Gundala, Sri Asih, Godam, Tira, dan Sembrani. Film Gundala sendiri merupakan film pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit Jilid I.

"Jagat Sinema Bumilangit merupakan usaha untuk memberikan kesegaran bagi penonton Indonesia. Dengan jalinan cerita yang tersambung satu sama lain, penonton dapat merasakan cara bercerita yang seru. Ke depannya, film-film ini bisa menjadi hiburan juga inspirasi bagi masyarakat banyak," tambah Produser Screenplay Bumilangit Wicky V. Olindo.

Jagat Sinema Bumilangit memiliki lebih dari 1000 karakter yang diciptakan komikus legendaris Indonesia. Beberapa nama komikus yang karyanya dilisensi Bumilangit seperti RA Kosasih, Ganes TH., Hasmi, Jan Mintaraga, Mansyur Daman, Wid NS, Nono GM, Banuarli Ambardi, Mater sampai Iwan Nazif dan ls Yuniarto.

Latar cerita dalam Jagat Bumilangit dimulai sejak letusan Toba 75.000 SM. Jagat Bumilangit terbagi menjadi era legenda, era jawara, era patriot, dan era revolusi. Jagat cerita itu sudah dikenal sejak tahun 1960-an di Indonesia.

"Sebenarnya jagat cerita ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Karakter-karakter dari cergam dari pengarang yang berbeda bisa bertemu dan berkongsi cerita dalam satu penerbitan. Jagat Sinema Bumilangit mengadaptasi jagat cerita ini," pungkas Joko. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More