Senin 19 Agustus 2019, 00:30 WIB

5 Desa di Cianjur Sangat Tertinggal

Benny Bastiandy | Nusantara
 5 Desa di Cianjur Sangat Tertinggal

MI/Bayu Anggoro
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

 

JARAK Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan Jakarta hanya sekitar 103 kilometer. Pun dengan ibu kota provinsi, Bandung, jarak daerah ini berkisar 44,6 kilometer.

Namun, seperti diungkapkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Cianjur, Asep Kusmana, tidak semua desa di wilayahnya sudah bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan. “Masih ada lima desa berstatus desa sangat tertinggal.”

Kelima desa sangat tertinggal itu, yakni Gelarwangi di Kecamatan Cidaun, Desa Kadupandak di Kecamatan Kadupandak, Desa Sukajembar di Kecamatan Sukanagara, Desa Mayak di Kecamatan Cibeber, dan Desa Rancagoong di Kecamatan­ Cilaku.

Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, desa sangat tertinggal atau desa pratama merupakan desa yang mengalami kerentanan karena masalah bencana alam, guncangan ekonomi, dan konflik sosial.

Akibatnya, desa itu tidak berkemampuan mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi, serta mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuknya. Desa sangat tertinggal juga memiliki indeks desa membangun (IDM) kurang dan lebih kecil dari 0,4907.

Cianjur memiliki 354 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di 32 kecamatan. Selain masih terdapat 5 desa sangat tertinggal, di Kabupaten Cianjur juga terdata sebanyak 88 desa tertinggal­, 226 desa berkembang, 32 desa maju, dan 3 desa mandiri.

“Rata-rata penyebab sebuah desa itu sangat tertinggal dipicu akses infrastruktur yang kurang memadai. Dengan Dana Desa, selama lima tahun terakhir, sudah banyak infrastruktur yang dibangun baik oleh desa maupun kabupaten,” ungkap Asep.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mulai mematut Waduk Jatiluhur, di Kabupaten Purwakarta, untuk menjadi lahan penghasilan yang lebih besar bagi daerah. Salah satu upayanya dengan melakukan revitalisasi.

“Penataan Waduk Jatiluhur merupakan salah satu dari komitmen mewujudkan Jabar sebagai provinsi pariwisata. Harapannya, wajah Waduk Jatiluhur yang baru bisa menarik lebih banyak wisatawan dan menjadi objek wisata baru,” tuturnya.

Revitalisasi, sambungnya, akan membuat Jatiluhur lebih ramai dan banyak menggelar kegiatan positif. Emil akan menata ulang dan menambah objek-objek baru di sejumlah titik di sekitar waduk itu, salah satunya membangun masjid terapung di tengah waduk. (BB/RZ/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More