Senin 19 Agustus 2019, 00:10 WIB

Kementerian LHK Bawa 19 Perusahaan ke Pengadilan

Dhika kusuma winata | Nusantara
Kementerian LHK Bawa 19 Perusahaan ke Pengadilan

MI/Rudi Kurniawansyah
Dirjen Penegakan Hukum Rasio Ridho Sani.

 

PERANG terhadap pelaku ­pembakaran hutan terus ­dikobarkan Kementerian Ling-kungan Hidup dan Kehutanan. Tidak tanggung-tanggung, dalam dua pekan terakhir, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum telah menyegel 19 kawasan hutan yang membara.

Lokasi kebakaran itu merupakan area konsesi perkebun-an dan hutan tanaman industri. “Penegakan hukum kami prioritaskan terdepan. Kami akan menempuh jalur pidana dam perdata,” kata Dirjen Penegakan Hukum Rasio Ridho Sani, kemarin.

Ke-19 lokasi itu berada di empat provinsi, yakni Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Luas total lahan terbakar yang disegel 2.209 hektare.

Dari 19 lahan yang disegel, 18 lahan merupakan area konsesi perusahaan. “Satu lokasi penyegelan lagi berada di areal penggunaan lain. Kami sudah satu orang pelaku,” tan-dasnya.
Kementerian, lanjut Rasio. juga sudah mengirim surat peringatan ke 110 perusahaan yang lahan konsesinya terin-dikasi terbakar.

“Penyegelan dan pengiriman surat peri-ngatan merupakan bagian dari proses penegakan hukum. Bisa saja yang disegel nanti akan bertambah,” janjinya.

Kasus-kasus kebakaran akan disidik penyidik pegawai negeri sipil bersama penyidik kepolisian. Penerapan multidoor dilakukan untuk penegakan kasus kebakaran hutan dan lahan.

Kebakaran masih terjadi
Di Jambi, kebakaran meng-ancam lahan lahan gambut di Taman Nasional Berbak Sembilang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur. Api muncul pada Minggu (18/8) pagi.

Pemprov Sumatra Selatan juga mewaspadai meluasnya kebakaran lahan di Desa Muara Merdak, Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Kemarin, Gubernur Herman Deru dan Kapolda Inspektur Jenderal Firli Bahuri mengirim 100 petugas gabungan ke lokasi.

“Sudah beberapa hari kebakaran di Bayung Lencir terjadi. Untuk pemadaman harus ada tambahan tim,” ungkap Herman Deru.

Di Pulau Jawa, kebakaan di hutan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sudah dipadamkan. “Kami sudah menurunkan tim untuk memetakan lahan terdampak. Total yang terbakar mencapai 342 hektare,” papar Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Agus Yudantara.

Sementara itu, guna mengatasi dampak kekeringan, BPBD Purbalingga, Jawa Tengah, terus mengeluarkan jurus-jurus baru guna menolong warga. Setelah menggandeng PMI dan Baznas untuk membantu pengiriman air bersih, mereka juga merangkul Komunitas Sebungkus Keberkahan.

“Mereka telah menyalurkan 8 tangki air bersih. Total, air yang sudah didistribusikan secara bergandengan tangan sudah mencapai 1.120 tangki,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Purbalingga Muhsoni.

Karena ancaman musim kemarau masih panjang, dia berjanji akan lebih banyak merangkul pihak-pihak lain guna membantu warga.

“Sekarang ini ada 63 desa di 15 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Jumlahnya bisa bertambah, karena musim kemarau belum akan selesai,” tandasnya.

Anomali cuaca kembali terjadi di Tanah Air. Saat wilayah lain dilanda kemarau panjang, warga Kota Medan, Sumatra Utara, diguyur hujan lebat, kemarin. Hujan dan angin selama setengah jam membuat sejumlah pohon bertumbang-an. (SL/DW/RF/UL/LD/PS/FB/BB/AD/PT/DG/CS/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More