Minggu 18 Agustus 2019, 22:31 WIB

Parpol Diminta jangan Ribut Berebut Kursi Menteri

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Parpol Diminta jangan Ribut Berebut Kursi Menteri

MI/Susanto
Adi Prayitno (kanan) dalam sebuah acara diskusi

 

PENGAMAT politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno mengatakan, partai politik seharusnya berhenti melakukan manuver dan membuat kegaduhan politik hanya semata mengincar kursi di kabinet.

"Hakikat politik itu ya mengejar kekuasaan sebanyak-banyaknya. Cuma ada baiknya kalau permintaan jatah menteri itu tidak perlu diumbar ke publik," kata Adi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (18/8).

Baca juga: Zulhas: Tiada Amendemen Selain Hidupkan GHBN

Menurutnya, parpol harusnya mengumbar politik kenegarawanan dan politik tanpa syarat. Hal itu, kata Adi, akan berimplikasi baik pada parpol tersebut.

"Biar publik melihat kalau kegaduhan selama ini bukan karena hanya rebutan kekuasaan," ujar Adi.

Ia mengingatkan, komposisi kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Seharusnya tidak perlu ada kegaduhan hanya karena berebut posisi sebagai pembantu presiden itu.

"Jatah menteri itu ya hak prerogatif Presiden, jadi ya harusnya jangan dibebani. Presiden tidak perlu direpotkan soal urusan menteri," imbuh Adi.

Parpol pendukung, sambungnya, juga seharusnya tidak perlu kalang kabut dan saling  ngotot soal jatah menteri. Sebab jatah menteri untuk parpol pengusung sudah menjadi tradisi.

Namun, berapa jumlah kursi yang disediakan oleh Presiden, harus diterima koalisi dengan lapang hati . "Toh, Presiden sudah tahu partai mana yang dikasih banyak mana yang sedikit. Jokowi di periode ini pasti dan harus lebih independen dan otonom dalam menentukan siapa para pembantunya," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More