Minggu 18 Agustus 2019, 22:50 WIB

Ledakan Bom Guncang Afghanistan, 63 Tewas

Media Indonesia | Internasional
Ledakan Bom Guncang Afghanistan, 63 Tewas

AFP/Wakil KOHSAR
Petugas berada di lokasi serangan bom di sebuah aula yang digunakan untuk acara resepsi pernikahan di Kabul, Afghanistan, kemarin..

 

 LEDAKAN bom dahsyat terjadi di sebuah aula pernikahan pada Sabtu (17/8) malam di ibu kota Afghanistan, menewaskan lebih dari 60 orang dan lebih dari 180 lainnya terluka.

Taliban membantah bertanggung jawab atas ledakan di balai pernikahan Dubai City di Kabul Barat, yang merupakan basis terbesar komunitas minoritas Syiah Hazara.

"Serangan itu mengubah kebahagiaan saya menjadi sedih," kata pengantin pria, Mirwais, kepada Tolo News.

"Keluargaku, pengantinku terkejut, mereka bahkan tidak bisa bicara. Pengantinku terus pingsan," katanya.

Menurut juru bicara Kemendagri Afghanistan, Nusrat Rahimin, aula pernikahan ialah pusat kehidupan masyarakat di kota yang lelah dengan perang selama puluhan tahun, yang mana ribuan dolar dihabiskan untuk satu malam. "Di antara yang terluka ialah perempuan dan anak-anak," kata Rahimin.

Pada November tahun lalu, sekitar 55 orang tewas setelah seorang pengebom bunuh diri menyerang aula pernikahan di dekat pusat Kabul, ketika ratusan ulama muslim Afghanistan berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad.

Ledakan bom terbaru terjadi beberapa hari setelah berakhirnya libur Idul Adha, ketika banyak penduduk Kabul melakukan tradisi mengunjungi sanak famili dan teman-teman.

Serangan itu juga terjadi sesaat sebelum Afghanistan merayakan peringatan kemerdekaan ke-100 pada Senin, 19 Agustus.

Mohammad Farhag yang menghadiri pesta pernikahan itu mengatakan, semua orang berlari keluar, berteriak, dan menangis. "Selama sekitar 20 menit aula penuh dengan asap. Hampir semua orang di bagian pria tewas atau terluka."

Pernikahan di Afghanistan ialah peristiwa epik dan penuh semangat. Ribuan tamu merayakan berjam-jam di dalam ruang pernikahan.

Pernikahan itu diyakini sebagai pertemuan Syiah. Muslim Syiah sering menjadi sasaran di Afghanistan yang mayoritas Sunni, terutama oleh kelompok Negara Islam yang juga aktif di Kabul. Namun, kelompok itu belum mengaku bertanggung jawab terhadap aksi pengemboman tersebut.

Pada awal tahun ini, Taliban berjanji berbuat lebih banyak untuk melindungi warga sipil. Namun, di saat bersamaan, kelompok ekstremis itu terus melakukan serangan mematikan terhadap pasukan keamanan Afghanistan dan beberapa pihak lainnya, dianggap upaya untuk memperkuat posisinya di meja perundingan.

Menurut PBB, pada 2018, lebih dari 3.800 warga sipil, termasuk lebih dari 900 anak-anak, tewas oleh serangan Taliban, AS, dan pasukan sekutu di Afghanistan.

Pada 7 Agustus, bom mobil Taliban meledak di jalan yang sama dengan lokasi serangan Sabtu malam di Kabul Barat, yang menewaskan 14 orang dan melukai 145 lainnya. (AFP/*/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More