Minggu 18 Agustus 2019, 15:45 WIB

Jika Kemarau Sampai 4 Bulan, Babel akan Alami Krisis Air

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Jika Kemarau Sampai 4 Bulan, Babel akan Alami Krisis Air

ANTARA/Syaiful Arif
Ilustrasi--Petugas BPBD menyalurkan air bersih.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyebut jika musim kemarau tahun ini berlangsung selama 4 bulan, Babel berpotensi mengalami krisis air bersih.

Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan, hingga saat ini, masyarakat di Babel masih mengandalkan hujan untuk kebutuhan air bersih. Hal ini karena belum adanya sumber air baku.

"Hujan masih menjadi harapan masyarakat untuk kebutuhan air bersih. Inilah yang akan membuat kita mengalami krisis air," kata Mikron. Minggu (18/8).

Di wilayah Sumatra dan Jawa, menurut Mikron, ada sumber air bakunya seperti sungai, gunung, dan danau di bawah tahan. Sedangkan di Babel, hanya tadah hujan yang digali menjadi sumur untuk mendapatkan air bersih.

Baca juga: Belasan Embung di Flotim Mengering Terdampak Kekeringan

Untuk itu, ujar dia, apabila musim kemarau tahun ini berlangsung tiga hingga empat bulan, akan terjadi kekeringan dan krisis air di Babel.

"Alhamdulilah saat ini ketersediaan air masyarakat masih bisa ditanggulangi, tapi perlu antisipasi untuk mencegah krisis air ini," terangnya.

Upaya yang dilakukan untuk antisipasi adalah mengoptimalkan  kampanye penggunaan air secara bijaksana.

Di saat musim hujan, masyarakat diajak menggunakan air dengan baik dan di saat musim kemarau masyarakat diharapkan menghemat penggunaan air tersebut.

"Selain kampanye hemat air, kita juga telah menyiapkan sejumlah mobil tangki untuk antisipasi kemarau tahun ini, jika ada masyarakat yang membutuhkan air bersih silahkan melapor," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More