Minggu 18 Agustus 2019, 15:30 WIB

Pemprov Kalteng Perketat Eksploitasi Kayu Bajakah

Surya Sriyanti | Nusantara
Pemprov Kalteng Perketat Eksploitasi Kayu Bajakah

MI/Surya Sriyanti
Kayu bajakah yang viral ramai dijual bahkan di car free day di Bundaran Besar Palangkaraya.

 

KAYU bajakah sedang ramai dibicarakan karena dianggap bisa menyembuhkan penyakit kanker. Akibatnya, saat ini, eksploitasinya semakin marak dilakukan sehingga dikuatirkan akan menyebabkan kerusakan hutan.

Untuk mengantisipasinya terjadinya eksploitasi besar-besaran, Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat aturan yang isinya memperketat perdagangan kayu bajakah antarpulau.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri di sela-sela peringatan HUT RI di Palangkaraya, Sabtu (17/8).

"Kita sudah membuat surat edaran kepada intansi terkait agar memperketat pengiriman kayu ini ke luar daerah," ujarnya.

Pemprov Kalteng sudah meminta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng untuk benar-benar mengawasi peredaran kayu bajakah ini.

"Karena ini merupakan tumbuhan hutan, jadi kita minta agar mereka (BKSDA) melakukan pengawasan yang ketat," katanya.

Baca juga: Pemprov Kalteng Larang Pengiriman Akar Bajakah ke Luar Daerah

Instansi lain yang juga diminta melakukan pengawasan adalah Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan juga Balai Karantina Pertanian.

"Jadi dimana titik titik yang dimungkinkan adanya pergerakan ini  (kayu bajakah) betul betul diawasi," tegas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng itu..

Di bagian lain dikatakanya, karena ini masih pada tahap penelitian untuk tikus ke depannya Pemprov Kalteng akan melakukan pengembangan terhadap kayu bajakah ini.

"Kita akan kembangkan hingga layak dikonsumsi sebagai obat,"ujarnya.

Saat ini kayu bajakah yang dijual dipasaran harganya bervariasi, mulai dari harga Rp50 ribu per tiga batang ukuran 50 cm, hingga harga Rp150 ribu ukuran 1 meter.

Tujuan pembeliannya juga bervariasi, mulai untuk dikonsumsi sendiri hingga adanya permintaan dari luar daerah seperti Jawa dan Sumatra.

Dedy, warga Jalan Rajawali yang ditemui saat tengah membeli kayu bajakah mengatakan ia membeli kayu ini bukan untuk dikonsumsi sendiri melainkan untuk dikirim ke Jakarta dengan harga Rp150 ribu per tiga batang ukuran sekitar 50 cm

"Maklum lagi booming dan ada kawan yang minta dibelikan," ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More