Minggu 18 Agustus 2019, 15:00 WIB

Di Flotim, Kasus Ada 18.079 Kasus ISPA dalam 5 Bulan Kemarau

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Di Flotim, Kasus Ada 18.079 Kasus ISPA dalam 5 Bulan Kemarau

ANTARA/Syifa Yulinnas
Ilustrasi--Pelajar mengenakan masker agar terhindar dari Ispa

 

MUSIM kemarau berkepanjangan dengan suhu udara yang kering dan berubah-ubah, memicu meningkatnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, mencatat dalam kurun waktu 5 bulan, terhitung sejak Januari hingga Mei, sebanyak 18.079 kasus Ispa dilaporkan dari sejumlah Puskesmas yang tersebar di wilayah Flotim.

Kondisi tersebut berpotensi kejadian luar biasa jika terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Flotim Ogi Silimalar, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudirman Kia, saat dikonfirmasi, Jumat (16/8), mengakui kondisi cuaca saat ini yang sangat panas dan berdebu menjadi faktor meningkatnya Ispa di daerah ini, sehingga diharapkan setiap warga dapat membentengi diri dari kondisi cuaca seperti ini dan mulai menggunkaan masker jika berada di luar ruangan.

Baca juga: Belasan Embung di Flotim Mengering Terdampak Kekeringan

"Saat ini memang paling banyak kasus yang dilaporkan adalah penyakit Ispa yaitu ganguan saluran pernafasan, karena musim kemarau seperti ini sering berdebu, angin yang cukup keras serta terjadiniya perubahan suhu, sehingga kasus Ispa ini meningkat. Sudah ada sebanyak 18.079 kasus Ispa yang dilaporkan. Dalam 5 bulan saja sudah besar jumlahnya, dikhawatirkan akan terus meningkat, jika tidak ada kewaspadaan dan kesadaran semua pihak untuk menghindari penyakit ini," ujar Sudirman.

Lebih lanjut Sudirman menambahkan, petugas terus meningkatkan kewaspadaan dan pantauan terhadap setiap Puskesmas, untuk selalu membangun koordinasi secara rutin agar bisa mendapatkan data dan laporan terkait kondisi tersebut.

"Data yang kami pakai berdasarkan data laporan seluruh Puskesmas yang kami terima setiap minggu, yang biasanya dikirimkan dalam sistem pelaporan kami tentang kewaspadaan dini dan respon, sehingga laporan dari 21 Puskesmas yang ada ini, menjadi rujukan terjadinya peningkatan penyakait ispa yang berpotensi kejadian luar biasa (KLB) jika masih terus meningkat," sambung Sudirman.

Menurut Sudirman, Penyakit ispa tersebut terjadi karena lemahnya daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit virus. Sehingga warga diharapkan untuk menjaga daya tahan tubuh serta selalu  menggunakan masker jika berpergian di luar rumah. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More