Sabtu 17 Agustus 2019, 21:15 WIB

Takluk di Semifinal, Garuda Nusantara Incar Posisi Ketiga

Cahya Mulyana | Sepak Bola
Takluk di Semifinal, Garuda Nusantara Incar Posisi Ketiga

Antara/Yusran Uccang
Pesepak bola Indonesia Bagus Kahfi berebut bola dengan pemain Malaysia di semifinal Piala AFF U-18

 

TIM Nasional Indonesia U-18 gagal melaju ke babak final Piala AFF U-18 2019 setelah takluk dari rival abadi, Malaysia 3-4 pada laga semifinal di Stadion Binh Duong, Vietnam, Sabtu (17/8)

Garuda Nusnatara asuhan Fakhri Husaini sebenarnya mampu menekan Harimau Malaysia di pertandingan yang berlangsung hingga babak tambahan tersebut, Namun, kemampuan Malaysia mengekseskui bola mati menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

"Kami kehilangan banyak peluang, konsentrasi pemain juga mulai berkurang, gol keempat tadi terjadi saat kami harus kehilangan Dewa (Alfeandra Dewangga) yang sedang menerima perawatan di tepi lapangan dan kami bermain dengan 10 pemain," ujar Pelatih Timnas Indonesia U-18, Fakhri Husaini dalam keterangan resmi, Sabtu (17/8).

Menurut dia, Malaysia berhasil mengambil kesempatan saat timnya tidak siap akibat satu pemain bertahan menjalani pengobatan. Tanpa satu pemain membuka ruang lebih besar untuk Malaysia menggedor barisan pertahanan Indonesia dan mencetak gol keempat yang menentukan langkah mereka ke final.

"Itu sangat mempengaruhi sedikit permainan kami. Kami kehilangan momentum, dan mereka kurang sedikit bersabar dalam memanfaatkan peluang.Namun saya salut dan memuji perjuangan serta kerja keras mereka sejauh ini. Untuk sampai semifinal, saya rasa bukan tanpa perjuangan," paparnya.

Baca juga : Kalahkan Afrika Selatan, Tim Pelajar Indonesia Juara di Tiongkok

Peluang Garuda Nusantara untuk membawa "oleh-oleh" dari Piala AFF U-18 2019 kini hanya tinggal memperebutkan peringkat ketiga. Indonesia harus menunggu pertandingan Australia kontra Myanmar sebagai calon lawannya di perebutan tempat ketiga nanti/

Fakhri menegaskan, kekompakan dan pengalaman anak asuhnya sepanjang perhelatan Piala AFF U-18 menjadi modal untuk bisa merebut tempat ketiga.

"Saya rasa ini bukan akhir, tidak ada yang perlu mereka sesalkan, pemain sudah berjuang. Saya rasa dengan penampilan seperti tadi, dimana mereka tidak panik dan bisa membalas gol lawan, beberapa kali dan mereka sudah memberikan segalanya demi bangsa dan negara," pungkasnya.

Sementara itu, penyerang Timnas U-18 Brilyan Negietha mengatakan dirinya bersama tim sudah mengeluarkan seluruh kemampuan di fase gugur pertama kompetisi ini. Sayangnya hasil tidak berbanding lurus dengan pengorbanan yang telah diluapkan pasukan Garuda.

"Kami sudah berjuang maksimal, semua sudah kami berikan di atas lapangan. Mohon maaf belum bisa memberikan kemenangan untuk Indonesia. Terima kasih untuk suporter yang sudah datang dan mendukung kami. Kami akan bangkit di laga berikutnya," tutupnya.

Brylian dan kolega bermain terbuka sejak babak pertama dan peluang secara bergiliran menghampiri mereka. Contohnya saat laga baru berjalan 9 menit, Amiruddin Bagus Kahfi bisa melepaskan tembakan dari luar kotak penalti namun dimentahkan kiper Malaysia, Sikh Izhan Nazrel.

Enam menit berselang, Bagus kembali mendapatkan umpan matang dari sodoran Fajar Fathu Rachman dari sisi kiri pertahanan Malaysia. Tapi posisi Bagus yang berbeda di tengah kotak penalti itu tidak mampu mengarahkan bola tepat ke sasaran.

Sementara Malaysia yang melakukan strategi bertahan dan menunggu kesempatan untuk menyerang melalui serangan balik bisa unggul lebih dulu. Tepatnya menit ke 19, ketika pasukan Fakhri Husaini asyik menyerang, Malaysia membuka keunggulan dari tendangan bebas.

Ajmal Mahadi maju sebagai eksekutor dan mengarahkan bola kepada rekan Aiman Afif Afizul dan langsung ditendang yang berakhir di dalam jala Indonesia. Usai skor menjadi 0-1, Malaysia mulai bangkit dan kembali menyerang namun gagal menambah keunggulan karena dua kali membentur tiang gawang.

Tertinggal bukan berarti Indonesia miskin peluang, namun akibat gagal memanfaatkannya dengan baik. Seperti delapan menit menjelang turun minum, Bagus bisa mengancam gawang Malaysia tapi sepakannya meleset beberapa sentimeter dari gawang Sikh.

Walaupun terus mengepung Malaysia, Indonesia baru bisa menyamakan kedudukan pada waktu tambahan babak pertama. Beckham Putra berhasil mencetak gol setelah meneruskan bola dari Fajar Fathu Rachman dan memastikan laga pertama berakhir dengan skor 1-1.

Pada 45 menit kedua, Indonesia meningkatkan intensitas serangan dan membuat Malaysia terkungkung di wilayah pertahanan sendiri dan menunggu peluang serangan balik. Pada menit 50, Bagus mendapatkan peluang ketiganya namun kembali gagal bersarang di jala yang dijaga Sikh.

Empat menit berselang, Malaysia kembali unggul melalui serangan balik dan Luqman Hakim melesatkan sepakan keras yang tak mampu dibendung penjaga gawang Indonesia Erinando Sutaryadi. Skor pun menjadi 2-1 untuk Malaysia.

Baca juga : Komdis PSSI Usut Ancaman Terhadap Wasit

Tertinggal dua kali, Indonesian tidak patah arang. Serangkaian serangan terus dilancarkan Indonesia ke jantung pertahanan Malaysia. Gol penyeimbang baru tercipta pada menit 79 lewat keras kaki kiri Fajar yang dapat memperdaya Sikh.

Usai gol itu, pasukan Garuda berhasil memimpin untuk kali pertama. Tepatnya menit 81, aksi serangan balik Indonesia diselesaikan lewat sepakan Muhammad Salman Alfarid yang mengecoh Sikh sehingga skor menjadi 3-2.

Ketika asa pasukan Garuda untuk masuk final membumbung, tiba-tiba sirna setelah serangan cepat balasan Malaysia membuahkan penalti. Fajar divonis melanggar pemain Malaysia di dalam kotak terlarang dan Harith Haiqal maju sebagai eksekutor yang berhasil menyarangkan bola ke sisi kiri gawang Ernando.

Skor 3-3 memaksa kedua tim melakoni babak tambahan. Pada 2x15 itu, Malaysia yang kembali memainkan strategi parkir bus keluar sebagai pemenang setelah memanfaatkan bola mati. Tepatnya menit 98, Harith Haiqal menanduk bola dari umpan tendangan bebas rekannya dan tak bisa dibendung Ernando.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, Indonesia gagal menyamakan kedudukannya. Maka Indonesia hanya memiliki peluang terakhir dari ajang ini untuk meraih gelar lewat perebutan juara ketiga. Indonesia akan melawan tim yang juga gagal ke final dari duel Australia vs Myanmar. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More