Sabtu 17 Agustus 2019, 18:01 WIB

Memperingati Hari Kemerdekaan dari Bawah Laut

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Memperingati Hari Kemerdekaan dari Bawah Laut

Divers Clean Action/Mikhael Fredrih Tefa
KFC Indonesia bersama 1.000 Guru dan Divers Clean Action Mengibarkan Bendera merah putih di Perairan Kaliq, Kepulauan Gili, NTB.

 

HARI kemerdekaan Indonesia dirayakan di berbagai wilayah Indonesia, tidak terkecuali Lombok. 

PT Fast Food Tbk (KFC Indonesia) bersama 1.000 Guru, dan Divers Clean Action memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 dengan mengibarkan bendera dari bawah laut di kawasan perairan Kaliq, Kepulauan Gili, Nusa Tenggara Barat.

Total sebanyak 10 orang penyelam didampingi tim NGO Gili Eco Trust menyelam mengibarkan bendera merah putih di kedalaman antara 8-18 meter. Akibat peralihan musim, dikatakan founder Divers Clean Action Swietenia Puspa Lestari, memang arus menjadi lebih kencang.

Berbicara mengenai kawasan air laut di Gili, mereka melihat ekosistemnya masih baik, dibuktikan dengan berjumpa beberapa jenis penyu dan hiu yang masih tampak di beberapa titik di perairan Gili.

Namun memang dari kawasan pantai menunjukkan perilaku wisatawan yang masih tidak ramah lingkungan. Dalam kegiatan merayakan kemerdekaan, mereka sekaligus melakukan pemantauan dan bebersih pesisir pantai Gili Trawangan.

Sampah plastik di pulau ini memang berkurang karena kencang imbauan kurangi penggunaan plastik. Tetapi tim masih menemukan banyaknya sampah puntung rokok.

"Sesuai data dunia, sampah puntung rokok nomor satu yang paling sering ditemukan di pantai dunia termasuk Indonesia. Dalam kandungan puntung rokok terdapat plastik dan sterofoam dna campuran kimia B3 yang berbahaya," cerita Tenia di Gili, NTB, sabtu (17/8).

Data DCA menemukan sebanyak 63% sampah di pantai dan laut Indonesia adalah plastik sekali pakai, seperti kresek, sachet, sedotan termasuk puntung rokok.

Peduli Anak-anak Lombok
Perayaan Kemerdekaan Indonesia yang diisi dengan berbagai aksi sosial, disampaikan oleh General Manager Marketing PT Fast Food Tbk (KFC) Hendra Yuniarto memasuki tahun ketiga.

Melalui Smart Clean Project hasil kerja sama KFC Indonesia dengan 1.000 ruang guru, kolaborasi ini tahun ke tahun menjalankan berbagai kegiatan yang berdampak kepada perbaikan lingkungan, nutrisi, dan pendidikan. Acara ini sekaligus merayakan kegiatan 40 tahun KFC Indonesia maju bersama Indonesia. 

Dalam kunjungan kali ini KFC Indonesia melibatkan relawan komunitas 1.000 Guru, relawan komunitas Divers Clean Action, karyawan dan konsumen KFC Indonesia dalam beberapa kegiatan termasuk mengunjungi Smart Center Project di wilayah Lombok Timur.  KFC Indonesia menggelar kegiatan pelatihan memasak bagi orang tua, serta kegiatan membersihkan wilayah pesisir Lombok Utara dan Gili Trawangan.

Smart Center Project tahun ini memasuki tahun ke-4 dimulai sejak Agustus 2016. Perjalanan sepanjang tiga tahun ini KFC Indonesia bersama 1.000 Guru sudah berhasil menjangkau 40 sekolah dengan Iebih dari 5.600 siswa di berbagai wilayah pedalaman Indonesia.

"Tahun ajaran ini kami menambah 22 sekolah dalam Smart Center Project dan melengkapi Smart Center dengan pelatihan memasak dan edukasi pentingnya sarapa  untuk anak-anak sebelum sekolah bagi para orang tua dan komunitas sekitar sekolah dengan harapan mereka dapat tetap menjalankan program Smart Center secara mandiri," kata Hendra Yuniarto.

Wilayah Smart Center Project KFC-1000 Guru meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumba Barat, Sumba Timur. Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Yogyakarta dan Papua.

Di Lombok sendiri terdapat empat sekolah Smart Center Project yaitu SDN 01 Gondang, SDN 03 Gondang. SDN O4 Gondang, dan Ml Sidratul Muntaha dengan total siswa 633 anak.

SDN Gondang 01, 03, 04 merupakan Wilayah yang merasakan dampak besar akibat gempa yang terjadi tahun 2018 lalu, dimana gedung sekolah hancur dan nyaris tidak dapat digunakan. Kegiatan belajar mengajar pun sempat terhenti namun akhirnya dapat tetap dijalankan di penampungan Iapangan Gondang.

Baca juga: RNI, PTPN III, Perhutani, Kima Upacara di Pulau Terluar Sulbar

Sementara itu, sebagai wujud kepedulian pada lingkungan KFC Indonesia bersama Komunitas Divers Clean Action menandai peringatan hari proklamasi kali ini dengan aksi membersihkan pesisir Lombok Utara dan Gili Trawangan, serta bawah laut. 

Selain itu juga mengadakan pelatihan tentang pengurangan dan pengelolaan sampah plastik kepada masyarakat sekitar dan puluhan anak muda yang terlibat termasuk relawan komunitas 1.000 Guru, karyawan dan konsumen KFC Indonesia.

"Kami selalu ingin melibatkan anak muda dalam berbagai kegiatan KFC, termasuk karyawan dan konsumen kami. Kami ingin karyawan dan konsumen mereka bisa melihat langsung sekolah dan anak-anak yang mereka bantu melalui program donasi melalu uang kembalian dan terlibat dalam aksi peduli lingkungan yang menjadi salah satu fokus kegiatan sosial perusahaan," ungkap Hendra. 

Selain Smart Center Project sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pendidikan anak-anak pedalaman, komitmen perusahaan terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui gerakan tanpa sedotan plastik atau No Straw Movement, gerakan Budaya Beberes, gerakan tanpa kantong plastik yang dimulai di wilayah Bali dan Banjarmasin sejak Juli 2019, dan program pengelolaan sampah.

Gerakan Budaya Beberes mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, dan Ialu membuangnya ke tempat sampah.

"Cara menyadarkan masyarakat paling mudah melalui pendidikan. Itu alasan kolaborasi antara lingkungan oleh Dives Center Action dan 1.000 guru, KFC pertemukan," tambahnya.

Gerakan sarapan pagi yang disosialisasikan oleh 1.000, disampaikan Jeri Ngadiono, penggagas gerakan 1000 Guru. Gerakan ini diperlukan sebab anak-anak sekolah di pedalaman seringkali melewatkan waktu sarapan akibat dari orang tua mereka yang sudah bergegas ke ladang dan hutan pada pagi hari.

"Gizi yang tidak terpenuhi saat sarapan berpengaruh pada nilai akademik anak mereka. Anak di pelosok seringkali pulang ke rumah di saat jam pelajaran karena lapar. Namun akibat rumah mereka yang jauh, anak-anak tidak kembali ke sekolah. Sehingga indikator akademis dari absensinha rendah," tutur Jemi.

Oleh karena itu, kata Jemi, organisasi mensosialisasikan serta mendampingi para ibu di daerah-daerah sasaran program dengan pembekalan memasak bekal yang bernutrisi. 

"Dari program yang telah berjalan 4 tahun ini, progres anak-anak mulai terlihat dari absensi yang full hingga kemampuan membacanya meningkat," tukas Jemi. (A-4)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More