Sabtu 17 Agustus 2019, 17:02 WIB

Gojek Tegaskan Tidak Ada Sistem Order Prioritas

Rifaldi Putra irianto | Megapolitan
Gojek Tegaskan Tidak Ada Sistem Order Prioritas

MI/Rifaldi Irianto
Mitra Gojek se-Jabodetabek Gelar Upacara Bendera Peringati HUT RI Ke-74

 

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang lebih dikenal dengan Gojek, menegaskan pihaknya tidak memiliki sistem order prioritas, adapun pernyataan tersebut di sampaikan pihak Gojek mengingat adanya aksi demonstrasi driver di kota Medan yang menuntut pemerataan order serta meminta tak ada lagi penerimaan pengemudi baru.

"Kita sudah berkali-kali mengatakan bahwa, gojek itu tidak mengenal atau mengalokasi order prioritas, alokasi order itu simpel, (order berdasarkan) radius yang terdekat, dan driver tidak pilih-pilih order, akan mendapatkan order," kata Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen di Buperta Cibubur, Jakarta, Sabtu (17/8).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki fitur terbaru yang justru akan membantu para driver untuk mendapatkan order.

"Saat ini fitur maps kita makin canggih, jadi (driver) dikasih liat area yang ramai order dimana jadi mereka bisa sama-sama kesana untuk mendapatkan orderan," jelasnya.

Sementara itu, menjawab tuntutan dirver di Medan mengenai permintaan tak ada lagi penerimaan pengemudi baru. Pihak Gojek mengatakan penerimaan pengemudi baru dilakukan pihaknya berdasarkan perhitungan supplay dan demand.

"Untuk penerimaan mitra baru, disesuaikan dengan supplay dan demand dari kota masing-masing. Misalnya kita kan baru buka di Jayapura itu pasti ada penerimaan dong karena demaindnya lagi naik-naiknya. Jadi kami juga ada perhitungan sendiri kapan membuka dan menutup," ucapnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa saat ini untuk mendorong banyaknya pengguna pihaknya sudah tidak lagi berfokus pada promo, melainkan lebih meningkatkan kualitas layanan.

"Dan beberapa yang gojek lakukan untuk mendorong permintaan order, kita sudah tidak berfokus ke promo, jadi kita tidak bermain kearah sana lagi, kita lebih bermain kearah layanan yang baik. Jadi untuk menopang layanan yang baik, kami melakukan berbagai inovasi dari segi keamanan maupun segi fitur," terangnya.

"Nah kalau dari keamanan kita ada pencegahaan melalui edukasi mitra driver dengan menggandeng Dinas perlindungan perempuan dan anak misalnya. Kemudian juga dari perlindungannya kita ada asuransi, " lanjutnya.

Perusahaan penyedia layanan transportasi daring yang telah memiliki mitra sebanyak 2 juta tersebut juga mengungkapkan bahwa untuk memberikan layanan yang berkualitas pihaknya juga telah memiliki unit darurat khusus.

"Kita juga ada unit satuan darurat khusus yang standby 24 jam jadi mereka benar-benar standby, dan mereka bisa membantu mitra atau pengguna bila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, " pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More