Sabtu 17 Agustus 2019, 14:58 WIB

Ciptakan SDM Unggul, Sektor Pendidikan masih Banyak PR

mediaindonesia.com | Humaniora
Ciptakan SDM Unggul, Sektor Pendidikan masih Banyak PR

MI/Rommy Pujianto
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah

 

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sesuai dengan Pidato Kenegaraan yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, masih banyak pekerjaan rumah (PR) pada sektor pendidikan yang harus diselesaikan. Kemerdekaan Indonesia yang telah menginjak usia ke-74 tahun, menjadi momentum penguatan SDM Indonesia.

“Rata-rata lama pendidikan dasar kita masih 8 sampai 9 tahun. Itu artinya mereka tidak lulus SMP. Kalau kita masih melalaikan hal seperti ini, bagaimana anak Indonesia bersaing dengan bangsa lain,” kritik Ledia usai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPD RI-DPR RI, Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Untuk itu menurut Ledia, Pemerintah harus membuat pijakan yang kuat sebelum melakukan lompatan lompatan jauh dalam menjadikan Indonesia maju melalui penguatan SDM. “Menurut saya, setiap lompatan jauh harus punya pijakan. Pijakannya adalah kesiapan SDM dari dasar. Karenannya harus lebih serius untuk penyediaan sarana prasarana, aksesibilitas dalam pendidikan, tingkatkan kualitas guru, dan distribusi guru,” ungkapnya.

Selain itu, legislator F-PKS ini juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kaum marjinal dan disabilitas. “Perlu diingat SDM unggul bukan hanya mereka lulusan S1, S2 dan seterusnya. Tapi mereka (kaum marjinal dan disabilitas) juga harus terus menerus kita perhatikan. Baik dari aksesnya maupun dari peraturan turunan dari Undang-Undang Penyandang Disabilitas yang belum juga dibuat. Intinya kalau mau melakukan lompatan yang jauh pijakan untuk melompat harus disiapkan," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam Sidang Bersama DPD RI-DPR RI menyampaikan soal pentingnya pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa unggul dari bangsa lain. Jokowi menegaskan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul tapi cinta terhadap negara. “Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila. Kita butuh SDM unggul yang toleran yang berakhlak mulia. kita butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras, berdedikasi,” kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengatakan seluruh elemen di Indonesia untuk serius berbenah bersama. Jika Indonesia berbenah bersama, ia yakin Indonesia akan mampu melakukan lompatan-lompatan kemajuan yang signifikan. “Momentumnya adalah sekarang tatkala kita antara 2020 hingga 2024, berada di puncak periode bonus demografi. Jika kita lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru, maka saya yakin bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan,” tegasnya. (OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More