Sabtu 17 Agustus 2019, 08:57 WIB

Normalisasi Sungai Dombo Hadiah Kemerdekaan Warga Sayung

Akhmad Safuan | Nusantara
Normalisasi Sungai Dombo Hadiah Kemerdekaan Warga Sayung

MI/Akhmad Safuan
Normalisasi Sungai Dombo

 

MENGATASI bencana banjir yang setiap tahun melanda Wilayah Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, normalisasi sungai Dombo sepanjang 3,2 kilometer ini menjadi kado istimewa di hari Kemerdekaan RI. Normalisasi sungai ini sudah dinantikan warga sejak 22 tahun lalu.

"Normalusasi sungai ini adalah penantian kami selama 22 tahun. Akibat tingginya sedimentasi sungai ini. Hampir setiap tahun kami kebanjiran," kata Kepala Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak, Munawir, Sabtu (17/8).

Proses untuk menormalisasi Sungai Dombo, lanjut Munawir, tidak mudah dan melalui jalan panjang. Sebab hampir setiap tahun warga beberapa desa selalu mendesak agar pemerintah segera mungkin melakukannya, namun selalu  kandas. Bahkan unjuk rasa juga beberapa kali digelar hasilnya tetap tidak jalan.

Secara swadaya warga terus melakukan gotong-royong. Terutama saat musim hujan karena desa-desa di wilayah Sayung yang terus kebanjiran. Tidak hanya kampung halaman, korban banjir akibat limpasan air sungai ini menjadikan ratusan hektare sawah dan tambak selalu gagal panen.

"Tapi apa daya kami, gotong-royong dikerjakan secara manual dan hanya dengan peralatan sederhana," imbuhnya.

Ketika permintaan normalisasi akan dimulai pada Juni 2019 lalu, demikian Munawir, juga tidak langsung dapat dieksekusi, karena banyak bangunan liar di bentaran sungai terutama kios dan tempat usaha warga. Setelah dilakukan mediasi akhirnya 31 kios di belakang Pasar Sayung akhirnya baru dipindahkan dan normalisasi baru dapat dikerjakan.

"Normalisasi sungai ini menjadi kado istimewa di hari kemerdelaan bagi ribuan warga di sini, karena bertahun-tahun kami selalu kebanjiran," ujar Munawir yang diaminin oleh empat kepala desa lainnya.

Pejabat Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana PPK Sungai Pantai 2, Herdiana Kusumaningrum mengatakan proyek normalisasi Sungai Dombo Sayung sepanjang 3,2 kilometer yang melintasi beberapa desa yakni Desa Tambakroto, Desa Karangasem, Desa Kalisari, Desa Sayung, dan Desa Purwosari dikerjakan selama 180 hari.

baca juga: 17 Mahasiswa Diperiksa terkait Polisi Terbakar di Cianjur

Dengan anggaran Rp3,8 miliar, lanjut Herdiana Kusumaningrum, diharapkan normalisasi Sungai Dombo ini akan selesai tahun ini. Meskipun secara keseluruhan belum tuntas dan diharapkan dapat selesai hingga ujung di Desa Morosari yang langsung berhadapan dengan pantai. Hambatan lain dalam normalisasi ini, lanjut Herdiana adalah harus memindahkan puluhan kios yang berada di bantaran sungai.

"Untuk pembuangan tanah hasil pengerukan, digunakan untuk menimbun beberapa fasilitas umum sepert pemakaman, lapangan dan lainnya,"  tambahnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More