Sabtu 17 Agustus 2019, 06:00 WIB

Mengencangkan Baut Roda Mobil Ada Tekniknya

M. Bagus Rachmanto | Otomotif
Mengencangkan Baut Roda Mobil Ada Tekniknya

AutoServiceProfessional
engencangkan baut roda mobil teralu keras bisa merusak drat.

SAAT berkendara ada kalanya kita mengalami kejadian ban mobil kempes karena bocor atau meletus.Sehingga mengharuskan kita melakukan penggantian ban menggunakan ban cadangan.
 
Melepas dan memasang ban memang bukan pekerjaan yang sulit, tapi untuk melakukan itu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Jangan sampai salah karenadapat membahayakan keselamatan dan bisa merusak komponen mobil.
 
Saat melepas baut-baut roda yang sulit dikendurkan, tak jarang kita melakukannya dengan cara menginjak kunci pembukanya atau menggunakan alat bantu seperti pipa besi. Tapi jangan sampai saat memasang kembali roda dan mengencangkan baut-bautnya, dilakukan dengan cara sama seperti melepas ban, alias menginjak kunci atau menggunakan pipa besi.

"Mengencangkan baut roda tidak perlu sampai diinjak. Cukup dengan tangan saja dan cukup anda tambahkan tekanan sebanyak 1/8 putaran dari kekencangan awal," kata Kepala Bengkel Autopit, Jakarta Timur, Mus Mulyadi, saat berbincang dengan Medcom.idbeberapa waktu lalu.
 
Kata Mus, secara teknis mengencangkan baut roda tak boleh terlalu kencang. Tujuannya untuk menjaga baut dan drat-nya lebih awet. Selain itu jika terlalu kencang akan menyulitkan saat melepas ban dalam kondisi darurat.
 
"Bayangkan jika yang mengemudi seorang wanita dan harus mengganti bannya yang bocor tanpa pertolongan. Baut yang terikat terlalu kencang dalam jangka panjang bukan tak mungkin akan mengalami metal fatique alias kelelahan logam."
 
Namun setelah bisa berjalan disarankan agar mendatangi bengkel mobil terdekat, untuk dikencangkan menggunakan kunci momen atau alat yang disebut torsion bar. Alat ini berfungsi untuk mengukur kekencangan mur secara tepat, agar tidak terlepas dari ikatannya dan tidak merusak kedua komponen baik mur maupun baut roda.Medcom/OL-09)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More