Jumat 16 Agustus 2019, 16:45 WIB

Pemindahan Ibu Kota untuk Kurangi Ketimpangan

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Pemindahan Ibu Kota untuk Kurangi Ketimpangan

MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo saat diwawancarai Media Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/5).

 

PRESIDEN RI Joko Widodo mengungkapkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan didasarkan pada semangat mengurangi ketimpangan antarwilayah. Selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jawa terutama Jakarta.

Kemajuan pesat di pulau terpadat di Indonesia itu akhirnya menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau lainnya.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Negara Terselip dalam Doa Sidang Tahunan MPR

"Apabila kita membiarkan hal ini berlanjut tanpa ada upaya yang serius, maka ketimpangan akan semakin parah," ujar Jokowi dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang I DPR RI Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).

Oleh karena itu, belanja negara 2020 akan difokuskan pada pengembangan berbagai kawasan di luar Jawa, terutama di kawasan yang akan menjadi ibu kota baru. Industrialisasi dalam bentuk hilirisasi hasil tambang maupun perkebunan dan pengembangan kawasan metropolitan akan dilaksanakan untuk menciptakan sumber ekonomi baru.

"Pemindahan ibu kota ke Kalimantan diletakkan dalam konteks ini sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa," tuturnya.

Ibu kota baru, lanjut Presiden, dirancang bukan hanya sebagai simbol identitas melainkan representasi kemajuan bangsa, dengan mengusung konsep modern, smart, and green city, memakai energi baru dan terbarukan, tidak bergantung kepada energi fosil.

"Dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota akan sekecil mungkin menggunakan APBN," jelasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More