Jumat 16 Agustus 2019, 16:30 WIB

Dukung Pembangunan Nasional, Telkom Bangun Digitalisasi

MI | HUT RI
Dukung Pembangunan Nasional, Telkom Bangun Digitalisasi

Dok. Telkom
Penggelaran kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) Telkom.

 

Selama 54 tahun perjalanannya, Telkom berkomitmen untuk selalu ada dan berkontribusi pada setiap sendi kehidupan masyarakat di seluruh nusantara, hingga pelosok wilayah Terpencil, Terdepan dan Terluar atau 3T. Telkom berperan aktif dalam membangun masyarakat digital melalui pembangunan infrastruktur digital Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah, meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kualitas pendidikan serta meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Peran teknologi terhadap perekonomian ini diperkuat oleh hasil penelitian World Bank pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa pertumbuhan penetrasi broadband sebesar 10% di negara berkembang akan mendorong peningkatan perekonomian sebesar 1,38% di negara tersebut.

Sebagai BUMN telekomunikasi, Telkom menghadirkan konektivitas ke seluruh Indonesia hingga pelosok melalui program Indonesia Digital Network. Telkom membangun infrastruktur telekomunikasi baik di darat, laut dan udara mulai dari pembangunan jaringan backbone digital yang menghubungkan Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan jaringan serat optik, dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit yang mampu menjangkau hingga pelosok serta pembangunan jaringan akses digital yang menjangkau ke rumah-rumah ataupun secara personal melalui jaringan BTS milik Telkomsel, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat berkomunikasi dan mengakses informasi yang sangat bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa juga untuk pertumbuhan perekonomian nasional.

Dalam rangka mewujudkan pemerataan akses broadband di seluruh Indonesia tersebut, Telkom telah menggelar jaringan broadband fiber optic dengan total panjang mencapai 164.000 km atau setara 4 x keliling bumi. Termasuk sistem jaringan kabel laut internasional SEA-ME-WE5 yang terbentang dari Dumai ke arah Barat menuju Timur Tengah hingga Eropa Barat dan jaringan kabel laut SEA-US yang tergelar dari Manado ke arah Timur menuju Guam hingga ke Amerika Serikat, terkoneksi melalui jaringan kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) yang diharapkan dapat memperkuat jaringan Telkom untuk menjadikan Telkom sebagai global digital hub.

Untuk jaringan backbone fiber optik, hingga akhir tahun 2018 Telkom telah menghubungkan 458 Ibukota Kabupaten dan Kota (IKK) yang diharapkan akan meningkatkan akses broadband dan menstimulasi layanan ICT hingga ke pelosok Indonesia, termasuk daerah 3T. Melengkapi infrastruktur bakcbone digital kabel laut ini, Telkom juga memiliki sistem komunikasi satelit yang menjangkau pelosok Indonesia hingga ke seluruh daerah 3T. Terdapat 3 satelit Telkom yang masih beroperasi, yaitu Satelit Telkom 2, Satelit Telkom 3S dan Satelit Merah Putih dengan total 133 transponder.

Jaringan akses digital bagi masyarakat tersedia melalui akses fiber optik (homepassed), akses mobile ataupun wifi. Hingga tengah tahun 2019 ini, jaringan akses homepassed telah menjangkau hingga 31,51 juta rumah di seluruh Indonesia. Sedangkan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel telah terbangun sebanyak 204.204 BTS yang 75% diantaranya difokuskan untuk layanan 3G dan 4G. Di samping itu pula lebih dari 385 ribu akses wifi telah tersebar di seluruh Indonesia.

Keseluruhan infrastruktur ini tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di kota besar, namun yang berada di daerah 3T pun dapat merasakan manfaat yang sama. BTS Telkomsel kini telah terbangun di pulau-pulau terluar nusantara seperti di Pulau Weh di ujung Barat, Pulau Siberut, Pulau Natuna, Pulau Miangas di ujung Utara serta Pulau Rote diujung Selatan. Tercatat sebanyak 9.108 BTS telah terbangun di daerah-daerah 3T. Siswa di daerah terpencil seperti di pedalaman Pandeglang dan area perbatasan di Merauke dapat belajar melalui internet karena adanya jaringan fiber optik.

Belum lama ini, Kalimantan yang memiliki kondisi geografis hutan dan sungai saat ini sudah terhubung 100% fiber optic. Momen ini ditandai melalui event Borneo Digital Island yang diselenggarakan Telkom bersama Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Seluruh IKK  di Kalimantan dapat menikmati akses informasi melalui internet. Bahkan fiber optic tersebut telah sampai hingga Nunukan dan BTS Telkomsel sudah tergelar di Sebatik, pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Semua itu tidak lepas dari komitmen Telkom untuk mendukung pemerataan konektivitas serta kesetaraan akses informasi bagi seluruh rakyat Indonesia demi mewujudkan masyarakat digital dan meningkatkan pembangunan nasional.

Hadirnya konektivitas hingga pelosok Indonesia memberikan dampak positif bagi setiap aspek kehidupan masyarakat, seperti perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM, pendidikan dan pemerintahan.

 

Pengembangan Ekonomi Daerah Melalui UMKM

Telkom mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang menjadikan perekonomian daerah menjadi lebih baik dengan adanya kesetaraan informasi, kemudahan akses dan platform e-commerce. Dikemas dalam program tanggung jawab sosial perusahaan, Telkom mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dapat mengembangkan usahanya melalui program yang diprakarsai Kementerian BUMN diantaranya Rumah Kreatif BUMN dan Balai Ekonomi Desa.

Rumah Kreatif BUMN (RKB) merupakan program yang dicanangkan Kementerian BUMN sebagai wadah bimbingan dan pelatihan para entrepreneur dalam mengembangkan UMKM. Program ini membantu para pelaku bisnis, seperti cara meningkatkan kualitas standarisasi produk dan pemanfaatan digital dalam pengembangan usaha seperti memanfaatkan situs e-commerce blanja.com sebagai etalase online produk-produk UMKM. Secara umum ada tiga tahapan pengelolaan UKM di RKB, yaitu Go Modern, Go Digital, dan Go Online. Go Modern dimulai dari bimbingan registrasi di situs www.rkb.id, standarisasi produk, serta pelatihan pengelolaan branding. Go Digital adalah para pelaku UKM mendapatkan pelatihan implementasi apps digital, social media dan otomatisasi produk. Selanjutnya, Go Online dimana para pelaku UKM mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan website, listing di situs e-commerce Blanja.com, serta pelatihan marketing dan motivasi.

Sementara itu, BUMN-BUMN juga bersinergi mendirikan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) sebagai bentuk upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku UMKM setempat serta mengangkat kekayaan seni-budaya tradisional. Hal ini sejalan dengan semangat Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, salah satunya sektor pariwisata. Telkom sendiri pada tahun 2017 membangun Balkondes Tuksongo yang terletak di kawasan Candi Borobudur. Balkondes Tuksongo ditunjang dengan berbagai fasilitas dan layanan terintegrasi berbasis digital, mulai dari room automation, sistem pemesanan paket wisata berbasis online hingga sistem pembayaran dengan digital cash. Balkondes Tuksongo juga dilengkapi dengan digital signage dan fasilitas smart parking.

 

Peduli Pendidikan Nasional

Komitmen Telkom untuk dunia pendidikan sendiri sudah dilakukan sejak lama. Melalui infrastruktur dan layanan terbaik, Telkom mendukung generasi muda penerus bangsa dapat mengecap pendidikan yang layak, membantu para guru untuk dapat meningkatkan kompetensi khususnya terkait digital dan meningkatkan sarana pendidikan di sekolah-sekolah.

Sejak tahun 2000, Telkom giat mendukung dunia pendidikan melalui pemanfaatan teknologi broadband, dimulai dari program Internet Goes to School yang tersebar di lebih dari 70.000 sekolah di Indonesia. Sementara itu, untuk meningkatkan kompetensi guru demi meningkatkan kualitas belajar mengajar, Telkom menghadirkan program Bagimu Guru Kupersembahkan dan Indonesia Digital Learning. Komitmen Telkom untuk mendukung peningkatan kompetensi para guru tersebut diapreasiasi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2017. Telkom juga mengapresiasi guru-guru melalui penghargaan My Teacher My Hero sebagai program penghargaan bagi guru yang berprestasi dalam pemanfaatan ICT di dunia pendidikan.

Untuk mendukung dunia pendidikan, Telkom Indonesia membangun fasilitas Broadband Learning Center di lebih dari 4.536 lokasi di seluruh Indonesia baik di sekolah, madrasah, ataupun ruang publik lainnya. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan sarana Pustaka Digital yang tersebar di 4.112 lokasi termasuk area pelayanan Plasa Telkom dengan koleksi lebih dari 1.000 e-book yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia khususnya di pelosok serta daerah terpencil, terdepan dan terluar.

 

Dukung Wujudkan  E-Government

Untuk mendukung Pemerintahan khususnya di daerah dalam rangka mewujudkan smart city, Telkom memiliki layanan e-Government melalui optimalisasi pemanfaatan layanan ICT yang ditujukan untuk instansi pemerintah. Melalui implementasi e-Government ini akan mendorong kinerja pemerintah, yaitu meningkatkan efisensi internal pemerintah, layanan kepada masyarakat dan dukungan keunggulan ekonomi.

Ke depannya, Telkom Indonesia akan selalu berpegang pada komitmen #SelaluAda untuk Indonesia. Mendukung generasi saat ini untuk terus produktif, adaptif dan kreatif membangun masyarakat digital Indonesia.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More