Jumat 16 Agustus 2019, 15:50 WIB

Kompetisi Debat Mahasiswa Tumbuhkan Minat Konstitusi

MI | HUT RI
Kompetisi Debat Mahasiswa Tumbuhkan Minat Konstitusi

Ist
Gedung MK

 

MAHKAMAH Konstitusi (MK) sebagai pengawal konstitusi memiliki tanggung jawab dalam menumbuhkan minat mengenai isu konstitusi ke semua lapisan masyarakat, khususnya pada mahasiswa di lingkungan kampus.

Untuk menumbuhkan minat serta wawasan mahasiswa terkait dengan nilai-nilai konstitusi dan ketatanegaraan itu, MK menggelar kompetisi debat antarperguruan tinggi se-Indonesia yang ke-12 kalinya.

“Kompetisi debat ini sebagai upaya menumbuhkan minat mahasiswa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa serta akan bersinggunggan dengan praktik konstitusi dan ketatanegaraan,”kata Sekjen MK M Guntur Hamzah di Gedung MK, Jakarta, Kamis (15/8).

Guntur menilai pemahaman dan nilai-nilai konstitusi sudah selayaknya diberikan kepada mahasiswa sedari awal. Dengan begitu, selepas menempuh studi di perguruan tinggi, mereka memiliki modal yang baik jika memilih berkecimpung di ranah konstitusi.

“Ya, bisa jadi hakim MK atau lawyer. Dengan dilatih aspek pengetahuan dan praktiknya beracara di lingkungan peradilan, mereka telah memiliki modal yang baik karena diasah melalui kompetisi ini,” kata Guntur.

Guntur mengatakan dari kompetisi ini mahasiswa dituntut menaikkan level pengetahuannya terkait konstitusi. Tidak hanya produk hukum yang dikeluarkan MK sebagai lembaga tinggi negara, tetapi juga mahasiswa dituntut mencermati praktik konstitusi di negara maju untuk perkembangan MK ke arah yang lebih baik.

“Isu konstitusi, judicial review UU dan mempelajari praktik konstitusi di negara maju jadi modal bagi mereka untuk suatu saat nanti jadi hakim, lawyer, semua sudah mempunyai pemahaman tentang konstitusi. Kita tahu konstitusi adalah hukum dasar tertinggi di negara kita,” ujarnya.

Guntur mengaku para mahasiswa dari berbagai daerah sangat antusias untuk ambil bagian dalam kompetisi ini. Tak kurang dari 80 perguruan tinggi ambil bagian dalam kompetisi tahunan ini. “Tiap tahun animo mahasiswa mengikuti debat konstitusi terus meningkat, bahkan sekarang masing-masing perguruan tinggi, di tiap regional memiliki organisasi menyelenggarakan secara rutin debat konstitusi,” kata Guntur.


Seleksi ketat

Guntur meyakini peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan berharga sebab tiap tim debat harus melalui tahapan seleksi berjenjang dan penjaringan ketat.

Awalnya, setiap tim harus mengirimkan rekaman video tim debat dengan melakukan simulasi berdebat. Tim penilai akan memberikan penilaian dan menyaring tim mana yang lolos ke tahap seleksi regional. Tim penilai terdiri atas 20 akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Tim juri ini diketuai Rektor Universitas Andalas Padang, Yuliandri.

Lalu, pada tahap regional, dibagi menjadi tiga wilayah, yakni Barat, Tengah, dan Timur. Regional Barat meliputi wilayah Sumatra, Banten, dan Jawa Barat. Regional Tengah meliputi wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan.

Kemudian, regional Timur meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tahap regional diikuti 24 tim yang terdiri atas 23 tim yang lolos tahap eliminasi dan satu tim tuan rumah. Setelah melewati babak penyisihan dan fase gugur, delapan tim akan maju ke tahap nasional, yakni juara satu, juara kedua, juara ketiga, semifinalis, dan 4 tim yang lolos babak perempat final.

Kemudian, pada tahap nasional, 24 tim dari seluruh regional akan dibagi dalam babak penyisihan sebelum memasuki fase gugur dan sampai ke tahap final.

Adapun juri akan memberikan penilaian atas kebaruan gagasan dan solusi dan rekomendasi yang ditawarkan. Kemudian, tim juri menilai penguasaan teori, Pancasila dan konstitusi, peraturan perundangundangan, serta fakta empiris dan dinamika ketatanegaraan.

Tim juri juga akan menilai cara dan bahasa penyampaian, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sistematika alur pikir dalam membangun argumentasi debat, dan ketepatan menyanggah pendapat lawan. Terakhir, juri juga menilai kerja sama tim dalam hal keruntutan alur berpikir tim.

Guntur mengatakan pemenang dari kompetisi diganjar piagam penghargaan dan uang pembinaan. Uang pembinaan dapat digunakan mahasiswa untuk terus memperkaya wawasan melalui jurnal, tulisan, dan buku-buku. Selain itu juga memotivasi mahasiswa menjadi lebih terpacu untuk meningkatkan wawasan.

Guntur berharap mahasiswa yang berpartisipasi tidak berhenti seusai kompetisi ini. Ia menilai masih banyak wadah yang bisa meningkatkan wawasan dan ilmu ketatanegaraan. Selain itu, ia meminta mahasiswa agar mampu aktif dalam memperkaya literatur konstitusi, baik di lingkungan akademik maupun di
media massa. Ia meyakini ilmu dan wawasan yang diperoleh selama kompetisi bisa dimanfaatkan untuk memperkaya khazanah konstitusi dan ketatanegaraan.

Keyakinan Guntur tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku sejumlah alumnus kompetisi debat konstitusi mampu berbicara banyak dan telah menumpahkan pikirannya, khususnya di media massa.

“Saya melihat banyak alumnus debat konstitusi tersebut punya tingkat produktivitas yang tinggi, setidaknya tulisannya dimuat di media massa, membuat saya melihat lomba debat ini bermanfaat bagi mereka. Hanya dengan cara begitu ini akan berakumulasi menjadi pemikiran-pemikiran sehingga memikirkan teori baru, ini kita rasakan positif, pascadebat konstitusi,” kata Guntur.

Guntur juga mengatakan para alumnus debat konstitusi dapat bermanfaat dan produktif di mana pun mereka berkarier nantinya. Setidaknya, kata ia, wawasan, berpikir kritis, kemampuan public speaking telah diasah melalui kompetisi ini. “Saya yakin alumni debat konstitusi memiliki kemampuan bekerja dengan baik, entah itu di konstitusi maupun tidak,” tutup Guntur. (Faj/S5-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More