Jumat 16 Agustus 2019, 14:32 WIB

Pemkot Bekasi Usul Pembentukan Provinsi Baru

Gana Buana | Megapolitan
Pemkot Bekasi Usul Pembentukan Provinsi Baru

MI/Ramdani
Perbaikan jalan di Kota Bekasi, Jawa Barat

 

PEMERINTAH Kota Bekasi berencana mengusulkan pembentukan Provinsi Pakuan Bhagasasi. Usulan ini menyusul usai Pemerintah Bogor mewacanakan pembentukan Provinsi Bogor Raya.

"Provinsi Pakuan Bhagasasi sepertinya layak untuk dibahas, setelah Bogor akan mewacanakan provinsi baru,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Jumat (16/8).

Rahmat menjelaskan, pemekaran wilayah Provinsi Pakian Bhagasasi itu melingkupi daerah lain seperti Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok tambah Kabupaten Cianjur. Menurut dia, wilayah itu cukup presentatif untuk ikut membahas pembentukan provinsi baru.

"Cukup beberapa wilayah yang ada di Jawa Barat juga," jelas dia.

Menurut Rahmat, hal yang mendasari terbentuknya provinsi baru, sesuai tata ruang pembangunan yang terintegrasi masing-masing wilayah. Apalagi, beberapa wilayah tersebut menjadi irisan dan menjadi bagian sinergitas kemitraan dengan DKI Jakarta.

"Masing-masing wilayah luar biasa sekali perkembangan tata ruangnya," imbuhnya.

baca juga: 90 Perusahaan Di Jakarta Diduga Melewati Ambang Batas Emisi

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi pernah mengusulkan pembentukan provinsi baru dengan nama provinsi Tarumanegara pada tahun 2004 lalu. Ada Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Karawang yang digagas ikut di dalamnya. Sayangnya, rencana pembentukan provinsi baru itu hanya sebatas wacana. Hal itu dikarenakan DKI melakukan konsep megapolitan dengan mengayomi dan mengakomodir kepentingan seluruh wilayah penyanggah ibu kota. Salah satunya, dengan memberikan bantuan kemitraan oleh DKI setiap tahun, dan berjalan sampai sekarang. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More