Jumat 16 Agustus 2019, 14:21 WIB

Dana Rp1.162,83 Triliun untuk Cetak SDM Unggul

Nur/Ant/X-3 | Humaniora
Dana Rp1.162,83 Triliun untuk Cetak SDM Unggul

Ant/L-1
Proyek Utama Mencetak SDM Unggul

 

PEMERINTAH menyiapkan anggar-an Rp1.162,83 triliun untuk empat proyek utama mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Hal itu dikemukakan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Proyek utama yang pertama ialah percepatan pengurangan jumlah kematian ibu dan stunting. Kedua, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0. Ketiga, pembangunan science technopark dengan mengoptimali-sasi triple helix di empat universitas utama. Keempat, digitalisasi dan integrasi bantuan sosial.

"Dalam era disrupsi, bukan pengangguran yang muncul, tetapi lapangan pekerjaan baru yang dapat diisi banyak orang dan memberikan kenyamanan kehidupan dari sebelumnya. Proses belajar mengajar tidak lagi satu arah," kata Bambang.

Menurut Bambang, pemerintah memproyeksikan dana besar bagi empat proyek utama ini dengan perincian Rp26 triliun untuk percepatan penurunan kematian ibu dan stunting, Rp330,1 triliun untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi industri 4.0, dan Rp2,8 triliun untuk pembangunan science technopark (optimalisasi triple helix di empat universitas utama).

Adapun yang terakhir sebanyak Rp803,93 triliun untuk digitalisasi dan integrasi bantuan sosial.

Dalam penilaian ekonom UI, Ari Kuncoro, langkah pemerintah menyiapkan anggaran Rp1.162,83 triliun untuk empat proyek utama mencetak SDM unggul dalam RPJMN 2020-2024 sudah tepat.

"Keempat program sebaiknya dilakukan serentak. Secara strategi oke, tinggal implementasinya. Itu bisa dilakukan sekaligus," ujar Ari.

Ari menilai, jika keempat program itu tidak diimplementasikan secara tepat, tujuan yang hendak dicapai tak bisa terwujud. Oleh karena itu, perlu persiapan matang untuk mengimplementasikan keempat program tersebut. (Nur/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More