Jumat 16 Agustus 2019, 08:29 WIB

Kepedulian Bersama terhadap Konservasi Alam

Media Indonesia | HUT RI
Kepedulian Bersama terhadap Konservasi Alam

Dok. KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya memberikan sambutan pada peringatan HKAN 2019, di TWA Muka Kuning Batam, Kepri, Rabu (7/8/2019).

 

KIAN hari masyarakat lintas generasi di Indonesia semakin menunjukkan kepedulian yang besar terhadap konservasi alam. Hal ini menandakan konservasi sudah menjadi bagian perhatian publik. "Konservasi kini juga menjadi bagian usaha pemerintah agar masyarakat mendapat akses terhadap kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, pada puncak peringatan Hari Kon-servasi Alam Nasional (HKAN) 2019 di Taman Wisata Alam Muka Kuning, Kota Batam, Rabu (7/8).

Siti menjelaskan, pemilihan lokasi penyelenggaraan HKAN 2019 di perkotaan bertujuan membentuk hubungan antara konservasi eksitu dan insitu. Karena itu, perlu ada koridorisasi yang jelas di antara keduanya.

Kota Batam dipilih sebagai lokasi puncak peringatan HKAN 2019 karena memiliki hutan yang berada di tengah kota industri ini. Hal tersebut menjadikannya sebagai isu strategis mempertahankan kawasan konservasi di tengah laju industrialisasi.

Letak Batam yang berdekatan dengan negara tetangga diharap-kan menggaungkan konservasi sampai ke mancanegara.Lebih lanjut, Siti meminta agar kawasan konservasi yang memiliki peluang menjadi wisata alam atau pertumbuhan ekonomi daerah perlu dipersiapkan dengan baik.

"Berikan informasi serta lakukan diskusi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait," pesannya. Siti menyampaikan, Presiden meletakkan sumber-sumber ekonomi antara lain dari pariwisata melalui pemandangan alam dengan menerapkan prinsip pemanfaatan secara lestari.

Kepedulian terhadap konservasi alam juga ditun-jukkan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Mufidah Jusuf Kalla bersama para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) dengan menanam mangrove di Pancur Pelabuhan, Kota Batam. Kegiatan itu merupakan upaya untuk mengajak seka-ligus merintis awal gerakan nasional peduli mangrove.

"Ibu Negara bersama OASE Kabinet Kerja telah menanam 170 ribu mangrove di 34 provinsi. Yang penting dari kegiatan ini bahwa semangatnya mangrove itu menjadi bagian penting kon-servasi di masa mendatang. Ini kita perkuat dimulai dari sekarang," tutur Siti.

Pada kunjungannya kali ini, Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Mufi dah Jusuf Kalla juga melakukan pelepasliaran dua pasang elang bondol di TWA Muka Kuning. Kepedulian terhadap konservasi alam dan kekayaan alam Indonesia yang melimpah untuk dikelola secara lestari merupakan modal besar un-tuk menuju Indonesia maju yang mampu berkompetisi di tingkat global. Hal ini sejalan dengan tema Hari Ulang Ta-hun (HUT) Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, yaitu SDM unggul Indonesia maju.

Libatkan milenial
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengajak kaum milenial mempromosikan dan mem-budayakan konservasi alam. Partisipasi aktif dan sifat kritis mereka, khususnya di media sosial, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap keanekaragaman hayati di Tanah Air.

Suara generasi muda dalam mendiseminasikan informasi konservasi alam, menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, akan lebih efektif dan dicerna kalangan usia mereka melalui media sosial. Kepedulian masyarakat juga meningkat pesat dengan akses mudah dalam mengetahui berbagai informasi konservasi alam saat ini.

"Meski begitu, media sosial harus digunakan dengan bijak. Kami mengimbau hentikan perdagangan tumbuhan dan satwa dilindungi serta per-lakuan terhadap satwa yang tidak layak." ujar Wiratno.Seruan partisipasi aktif generasi muda pada Hari Konser-vasi Alam Nasional (HKAN) pada tahun ini bertepatan de-ngan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

Sejalan dengan tema yang diusung pada HKAN pada tahun ini, yaitu Spirit konservasi alam milenial, konservasi diharapkan dapat dipahami generasi muda. Tanggung jawab konservasi berlaku bagi semua kelompok, termasuk generasi muda.

Dengan peringatan itu, diharapkan terbangun spirit pengelolaan alam dan ling-kungan secara bijaksana agar menjamin kesinambungan antara unsur manfaat dan unsur pelestarian alam.

"Spirit ini juga harus diintegrasikan dengan kerja kolaboratif, yaitu kerja bersama para pihak mulai pemerintah, masyara-kat, media, tokoh masyarakat, pemerhati kehutanan dan ling-kungan, perusahaan, hingga aktivis/LSM," tukas Wiratno. (Try/S3-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More