Jumat 16 Agustus 2019, 09:20 WIB

Jasa Tirta II Tingkatkan Kapasitas SDM

Ilham Ramadhan | HUT RI
Jasa Tirta II Tingkatkan Kapasitas SDM

MI/REZA SUNARYA
Dirut Jasa Tirta II Saefudin Noer (kedua kanan) dan Ketua STP NHI Bandung Faisal (kedua kiri) di Kampus STP NHI Bandung

 

JASA Tirta II menjalin kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung. Penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer dan Ketua STP NHI Bandung Faisal di Kampus STP NHI Bandung pada Kamis (8/8).

Kerja sama strategis ini akan saling menguntungkan dengan memanfaatkan potensi, keahlian, dan fasilitas kedua pihak.

“Kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan pariwisata yang dikelola Jasa Tirta II juga memberikan kesempatan kepada STP NHI untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi di wilayah kerja kami,” ucap U Saefudin Noer.

Ruang lingkup kerja sama berfokus pada dukungan terhadap kegiatan tridarma perguruan tinggi. STP NHI Bandung akan mendukung kegiatan operasionalisasi usaha pariwisata Jasa Tirta II.

Menurut U Saefudin Noer, kerja sama memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan, seperti mengadakan pendidikan dan pelatihan, workshop, magang, dan lain-lain.

“Peningkatan kapasitas SDM di pariwisata Jatiluhur sejalan dengan visi pariwisata Jatiluhur menjadi destinasi wisata internasional,” ujarnya.

Selain itu, Perum Jasa Tirta II sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pengelolaan dan pengusahaan sumber daya air bersinergi dengan PT Indra Karya (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konsultan karya yang bergerak di sektor pengelolaan air. Jasa Tirta II dan PT. Indra Karya berkomitmen untuk melakukan kerja sama, saling mendukung dalam bidang jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan pekerjaan di bidang sumber daya air, ketenagalistrikan, energi baru terbarukan (EBT), survei dan investigasi, konstruksi, gedung dan lingkungan.

Sinergi kedua BUMN ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Senin pagi (5/8) di Kafe Synergi Lounge, Gedung Kementerian BUMN oleh Direktur Utama Jasa Tirta II U Saefudin Noer dan Direktur Utama Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi yang langsung disaksikan Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo.

Geliat sinergi dan kerja sama antar BUMN kian menguat, terlebih dengan adanya upaya dari Pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun 2019 ini, sehingga berdampak pada percepatan kerjasama dan optimalisasi aset dan layanan jasa yang dimiliki oleh masing-masing BUMN.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini membuka inisiasi kerja sama strategis terkait dengan pengelolaan air bersih, engineering, dan jasa konsultan lainnya yang cukup bagus untuk dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan layanan prima di masing-masing BUMN,” tutur Gatot.

Hal senada disampaikan U Saefudin Noer. Menurutnya, Sinergi BUMN merupakan strategi yang sangat baik untuk penguatan korporasi BUMN. Hari ini Jasa Tirta II menandatangani Memorandum of Collaboration dengan Indra Karya.

“Jasa Tirta II saat ini dalam proses transformasi perusahaan sehingga kedepan akan semakin banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak dan khususnya sinergi BUMN,” ucap Saefudin Noer.

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi menuturkan, penandatanganan ini merupakan awal untuk kita dapat memulai kerja sama strategis dalam semangat sinergi BUMN.

“Untuk Jasa Tirta II, ini merupakan penandatanganan nota kesepahaman yang akan dilanjutkan dengan kerja sama pada tahun ini juga terkait dengan beberapa pekerjaan konsultan di lingkungan Jasa Tirta 2 seperti konsultan bidang perencana dan pengawasan konstruksi Sumber Daya Air, sertifikasi, modernisasi PLTA, dan kerjasama terkait optimalisasi sinergi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) antar Indra Karya dan Jasa Tirta 2, yakni Produk AMDK InFresh dan Jatiluhur,” katanya menguraikan. (P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More