Jumat 16 Agustus 2019, 00:04 WIB

Kemenhub Gandeng ITS Buat Kapal Pariwisata Bawah laut

Muhammad Fauzi | Humaniora
Kemenhub Gandeng ITS Buat Kapal Pariwisata Bawah laut

Dok. Kemenhub Ri
Menhub Budi Karya SUmadi saat berkunjung ke ITS Surabaya

 

KEMENTERIAN Perhubungan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk membuat kapal pariwisata produksi dalam negeri.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kapal itu dibuat sesuai instruksi Presiden Joko Widodo agar bisa melihat pemandangan bawah laut di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dan Bunaken, Sulawesi Utara..

"Saya ngin bahwa kapal ini jangan dibeli dari luar negeri melainkan dibuat di dalam negeri. Kita tahu ITS punya keunggulan dalam mendesain dan melakukan persiapan-persiapan kapal, oleh karenanya saya datang ke pak rektor untuk bekerjasama membangun kapal ini," kata Budi saat berkunjung ke ITS, Kamis (15/8)

Menhub meminta desain kapal yang dibuat untuk mengadopsi kearifan lokal dan keunikan dari masing-masing daerah.

"Kita memang minta kepada ITS buat ini menjadi suatu desain yang mewah dan memiliki kearifan lokal. Misal kapal di Bunaken dengan gaya Manado, di Labuan Bajo dengan gaya NTT," ujarnya.

Baca juga : Mangkrak Hampir Setahun, Kemenhub Desak Bus Hibah Dioperasikan

Rencananya, kapal pariwisata ini akan dibuat dengan desain eco glass bottom boat atau dibuat dengan kaca maupun bahan lain yang tembus pandang di bagian bawah kapal. Jadi, para penumpang dapat melihat   ikan dan pemandangan bawah air di lautan dari perahu itu sendiri.

Perahu ini dirancang untuk orang-orang yang menyukai keindahan panorama bawah laut tanpa perlu menyelam ke dalam air. Pada dek kapal, akan tersedia tempat duduk penumpang yang berdampingan dengan jendela kaca transparan.

Desain itu dibuat agar para penumpangnya dapat melihat pemandangan biota laut dari dalam kapal.

ITS akan memproduksi 2 (dua) buah kapal yang akan ditempatkan di Labuan Bajo serta Pulau Bunaken guna mendukung sektor pariwisata. Kedepannya Menhub mengajak pihak swasta turut berinvestasi membangun kapal-kapal pariwisata.

Proses pembuatan kapal sendiri direncakan akan memakan waktu total 5 bulan dimulai dengan tahapan studi kelayakan selama 2 bulan, desain dasar atau DED (Detailed Engineering Design) selama 2 bulan, serta tahap produksi selama 3 bulan.

"Kami minta tahap DED selesai sebelum bulan Oktober, sehingga kita harapkan sebelum lebaran tahun depan kedua kapal ini sudah selesai. Kedepannya, bukan pemerintah lagi yang invest, melainkan pihak swasta," imbuh Menhub Budi.

Baca juga : Desa Wisata Bisa Dorong Desa Lebih Mandiri dan Berkembang

Kapal pariwisata ini akan dibuat dengan metodologi desain spiral, berukuran 80 GT yang akan dapat menampung sebanyak 60 penumpang serta 4 orang anak buah kapal  dengan kecepatan maksimal 12 knot.

Kapal yang akan ditempatkan di Pulau Bunaken akan melayani sebanyak 3 trip dalam sehari, sedangkan untuk Kapal yang ditempatkan di Labuan Bajo akan melayani sebanyak 4 trip dalam sehari dengan waktu yang dibutuhkan tiap trip yaitu 2 jam.

Dalam kunjungan itu Menteri Perhubungan turut didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H. Purnomo serta Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Mochamad Ashari. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More