Jumat 16 Agustus 2019, 07:50 WIB

Kemandirian Ekonomi sebagai Bentuk Kemerdekaan Bangsa

(Try/S2-25) | HUT RI
Kemandirian Ekonomi sebagai Bentuk Kemerdekaan Bangsa

DOK KEMENPORA
Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh dan perwakilan Universitas Atma Jaya Jakarta.

 

PRESIDEN RI Joko Widodo berkomitmen menumbuhkan wirausahawan muda baru guna mewujudkan percepatan dan kemandirian sebagai bangsa. Untuk itu, dalam periode kedua pemerintahannya, Jokowi memprioritas program pengembangan sumber daya manusia (SDM) setelah infrastruktur. 

Gagasan pengembangan SDM harus ditopang dengan pembangunan kaum muda sebagai elemen strategis dan kelompok elit masyarakat. Selain kepemimpinan dan kepeloporan, pengembangan pemuda yang paling strategis ialah kewirausahaan. Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh mengatakan semangat kemerdekaan ialah semangat kemandirian bangsa dari kaum muda yang mau berubah. 

Kewirausahaan menjadi salah satu faktor terpenting dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Dikatakannya, prinsip Trisakti Soekarno ialah berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya. “Itu tidak mungkin terwujud bila kita tidak mandiri secara ekonomi,” ujar Asrorun dalam kuliah umum Kewirausahaan Pemuda Tahap I di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Kamis (15/8). 

Sekaya apapun bangsa ini, lanjutnya, bila bergantung kepada orang lain, tetap tidak akan mandiri. Oleh karena itu, kemandirian merupakan bentuk penegasan dari sebuah kemerdekaan. “Lebih baik makan gaplek, tetapi mandiri daripada makan keju, tetapi menjadi budak dari negara lain,” tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Atma Jaya Jakarta Tommy N Tanumihardja mengatakan kampus berkomitmen penuh agar mahasiswa bertumbuh secara utuh, baik kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Menurutnya, fokus pada SDM dan percepatan diimplementasikan universitas dengan mengembangkan inkubator bisnis untuk mahasiswa. Mereka juga bekerja sama dengan Goethe Institute dan Universitas Bina Nusantara untuk melaksanakan hackathon challenge terkait dengan kewirausahaan sosial.

“Kami menjaring mahasiswa yang baru memulai ataupun telah berjalan bisnisnya. Saat ini kami sudah  punya 22 tenant mahasiswa yang mayoritas berjalan pada segmen kuliner. Ada juga yang menekuni teknologi dengan membuat aplikasi,” pungkas Tommy. (Try/S2-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More