Kamis 15 Agustus 2019, 23:09 WIB

Banyak Ditentang, UEFA Tunda Rapat Reformasi Liga Champions

Ghani Nurcahyadi | Sepak Bola
Banyak Ditentang, UEFA Tunda Rapat Reformasi Liga Champions

AFP/Paul Faith
Presiden UEFA Aleksander Ceferin

 

FEDERASI Sepak Bola Eropa (UEFA) secara resmi menunda pertemuan dengan klub papan atas Eropa dan sejumlah pengelola liga domestik yang akan digelar 11 September mendatang.

Pertemuan itu tadinya direncanakan sebagai pembahasan awal reformasi Liga Champions yang diajukan oleh Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA). Pertemuan tersebut rencananya juga akan diikuti oleh ECA yang saat ini dipimpin oleh Andrea Agnelli.

Penundaan pertemuan itu diajukan oleh Presiden UEFA Aksander Ceferin dalam suratnya kepada Presiden ECA Andrea Agnelli dan Kepala Liga Europa Lars-Christer Olsson.

"Kami saat ini sedang meminta respons dari asosiasi sepak bola nasional dan saya rasa pembahasan saat ini akan bersifat prematur, Kami juga ingin menganalisis respon dan proposal yang diajukan pihak lain," yuis Ceferin dalam suratnya.

Ceferin pun menegaskan, pihaknya tidak akan membuat keputusan soal reformasi Liga Champions tahun ini dan belum ada penjadwalan pertemuan ulang pertemuan yang sedianya digelar sehari usai Sidang Umum ECA di Jenewa, Swiss itu.

Baca juga : Klopp Puji Perfoma Adrian di Piala Super Eropa

Sebelumnya, ECA yang dipimpin Agnelli mengajukan proposal perubahan format Liga Champions dengan mengubah kompetisi itu menjadi tiga divisi. Divisi teratas akan berisi dua grup yang masing-masing berisi 8 klub.

Sebanyak 6 klub teratas di akhir kompetisi akan tetap menghuni divisi teratas di musim kompetisi berikutnya tanpa melihat peringkatnya di level domestik.

Proposal itu diajukan ECA untuk meningkatkan derajat klub kecil yang dinilainya selalu tenggelam dari klub-klub papan atas di lima liga populer di Eropa.

Proposal itu mendapat tentangan keras dari sejumlah klub papan atas Eropa. Hampir seluruh klub di Liga Primer Inggris menyatakan keberatan atas proposal tersebut.

Di Italia, respon lunak kemungkinan hanya diberikan oleh Juventus, tempat Agnelli menjadi presiden klub. Sementara klub Serie A lainnya mengajukan keberatan.

Napoli dan Lazio bahkan menyebut ada potensi pengurangan pendapatan hingga 35% dari kompetisi tertinggi Eropa jika proposal itu diimplementasikan.

Di La Liga Spanyol, 2 klub besar Real Madrid dan Barcelona memang belum memberikan respons, namun tentangan keras datang dari klub La Liga lainnya.

Dari Bundesliga Jerman, CEO bayern Muenchen Karl-Heinz Rumimenigge menyebut format Liga Champions saat ini merupakan yang terbaik. (AFP/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More