Jumat 16 Agustus 2019, 05:55 WIB

Lagu Wali Kota Dilawan Warga Lewat Spanduk

(KG/Ant/J-1) | Megapolitan
Lagu Wali Kota Dilawan Warga Lewat Spanduk

ist
Wali Kota saat perekaman lagu Hati-Hati yang akan dipasangkan di lampu merah

 

KONTROVERSI rencana pemasangan lagu Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad di lampu merah Kota Depok mendapat perlawanan. Sejumlah spanduk tiba-tiba bermunculan di Kota Depok.

Spanduk-spanduk bergambar Idris Abdul Shomad dipasang dengan memuat konten sindiran halus. Bunyinya, 'Selamat Datang Agustus. Ayo Pasang Bendera Merah Putih, bukan Pasang Lagu di Lampu Merah'.

Spanduk-spanduk itu berwarna merah putih. Pada bagian bawah spanduk tertera tulisan peringatan, yang berani copot spanduk ini koruptor.

Mamad, 36, pengemudi ojek daring mengaku melihat spanduk sindiran tersebut di beberapa tempat. Misalnya, Jalan Margonda Raya, Prapatan Ramanda, pertigaan Jalan Siliwangi, Jalan Juanda, dan kawasan lainnya. Namun, ia tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk itu. "Siapa yang masang, saya enggak tahu," ucapnya, kemarin.

Warga Depok lainnya, Nurdiansyah, 42, menilai spanduk yang terpasang menjadi kritik bagi Pemkot Depok agar bisa mengelola kota lebih baik lagi. Sebab, masyarakat menginginkan kerja nyata, bukan pencitraan lewat putaran lagu.

"Ya kalau ada spanduk kritikan kayak gitu sebaiknya pejabatnya malu ya, karena intinya rakyat mau lihat hasil kerjanya, bukan pencitraan nyanyi di lampu merah," pungkasnya.

Rencana Pemerintah Kota Depok memutar suara Idris Abdul Shomad menyanyikan lagu Hati-Hati viral di media sosial dalam sebulan terakhir. Kepala Dinas Perhubungan Depok Dadang Wihana memastikan pihaknya akan menguji coba pemutaran lagu itu di pertigaan Ramanda.

"Pada pertengahan atau akhir Agustus ini kami melakukan uji coba, itu rencananya ya. Tujuannya supaya pengemudi berhati-hati," ujar Dadang di Kantor Dinas Perhubungan, Kalimulya, Kota Depok.

Sebenarnya, ada sejumlah lagu yang tengah dipersiapkan. Salah satunya berjudul Hati-hati ciptaan Koko Thole yang dinyanyikan Idris. Rekaman sudah berlangsung pada 2018. Lagu tersebut berisi pesan-pesan tertib lalu lintas.

"Lagunya berisi imbauan-imbauan agar pengendara menaati lalu lintas. Nantinya lagu itu akan ditambahkan dengan lagu lainnya yang memiliki pesan tata tertib lalu lintas," ucap Idris di Balai Kota Depok, Kamis (18/7/2019).

Idris menyadari munculnya spanduk sindiran terhadap dirinya kental berbau unsur politik yang menunjukkan aura pemilihan kepala daerah 2020-2025 mulai menghangat.

"Tapi kehangatan suasana politik sejatinya diiringi dengan kejernihan hati dan dihiasi dengan kebersihan sikap serta kesantunan perilaku," ujarnya. Spanduk itu kini telah hilang sejak kemarin sore. (KG/Ant/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More