Kamis 15 Agustus 2019, 19:55 WIB

Polda Jabar masih Dalami Motif Aksi Pelemparan Bensin di Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
Polda Jabar masih Dalami Motif Aksi Pelemparan Bensin di Cianjur

MI/Benny Bastiandy
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi

 

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, mengatakan, mereka masih mendalami motif pelemparan bensin oleh massa aksi di depan Pendopo Cianjur, Jawa Barat, yang mengakibatkan empat polisi luka bakar.

Mereka belum bisa memastikan apakah kerusuhan dalam aksi yang ditingkahi pelemparan bensin sudah direncanakan sebelumnya atau tidak, sehingga pihak polisi masih meminta keterangan dari 17 orang massa aksi yang sudah ditahan di Markas Polres Cianjur.  

"Kami masih mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Kami akan proses sesuai prosedur belasan peserta aksi yang sudah diamankan dan masih menjalani proses pemeriksaan," katanya.

Ia menegaskan anarkisme pada demonstrasi tidak diperbolehkan termasuk membakar ban, sehingga petugas memiliki wewenang untuk memadamkan.


Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Rusuh, 3 Anggota Polres Cianjur Terbakar


"Namun upaya pemadaman tersebut diwarnai dengan pelemparan bensin yang mengakibatkan anggota kepolisian terbakar. Sehingga kami akan mendalami hal tersebut," katanya.

Terkait korban luka pelemparan bensin rencananya akan dirujuk seluruhnya ke rumah sakit di luar Cianjur. Sedangkan untuk Ajun Inspektur Satu Polisi, Erwin, yang terluka bakar di atas 70% sudah terlebih dulu dirujuk ke RS Kepolisian dr Soekanto di Kramat Jati, Jakarta Timur. Adapun tiga polisi lain yang luka bakar di atas 20 dan 40% akan dirujuk ke Bandung.

Sementara hingga malam menjelang, Polres Cianjur masih memeriksa 17 orang peserta demonstrasi guna mencari pelalu pelemparan bensin yang menyebabkan empat anggota Polres Cianjur terluka bakar saat hendak memadamkan ban bekas yang dibawa massa aksi. (Ant/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More