Jumat 16 Agustus 2019, 04:15 WIB

Trump Peringatkan Tiongkok

Tesa Oktiana Surbakti tesa@mediaindonesia.com | Internasional
Trump Peringatkan Tiongkok

AFP/STR
MILITER TIONGKOK BERSIAP: Truk dan kendaraan lapis baja terlihat di luar stadion Teluk Shenzhen di Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mendesak Tiongkok lebih manusiawi dalam penyelesaian krisis Hong Kong. Pemerintah AS khawatir Tiongkok melakukan intervensi langsung terhadap krisis tersebut.

Washington juga mewaspadai pasukan keamanan Tiongkok yang telah berkumpul dekat perbatasan Hong Kong. Pemerintah Tiongkok diketahui mengintensifkan serangan intimidasi terhadap gerakan yang mendorong reformasi demokratis itu.

Sejumlah gambar yang dipublikasikan AFP kemarin menunjukkan ribuan pasukan militer Tiongkok melambaikan bendera merah sambil berbaris di stadion olahraga Kota Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong. Puluhan armada lapis baja dan truk tentara juga diparkir di sekitar pasukan.

"Jutaan lapangan pekerjaan di Tiongkok beralih ke negara-negara nontarif. Ribuan perusahaan sudah angkat kaki. Tentu saja Tiongkok ingin membuat kesepakatan. Biarkan mereka bekerja secara manusiawi dengan (krisis) Hong Kong!" kicau Trump melalui akun Twitter-nya. Pernyataan ini mengindikasikan kesepakatan dagang berpotensi terancam sikap Beijing terhadap gerakan protes.

"Saya tidak memiliki keraguan jika Presiden Xi Jinping ingin bertindak cepat dan manusiawi dalam menyelesaikan krisis Hong Kong. Dia bisa melakukannya," lanjut Trump yang mengusulkan sebuah pertemuan pribadi dengan Xi Jinping.

Cicitan Trump terkait Hong Kong seperti mengindikasikan perubahan pendekatan terhadap wilayah semiotonom. Dalam beberapa hari terakhir, Trump menuai kritik dari kedua lorong politik karena menghindari persoalan tersebut.

Washington dan Beijing saling melemparkan serangan tarif terhadap komoditas senilai US$360 miliar dalam perdagangan dua arah. Belakangan Trump menunda kebijakan tarif atas komoditas elektronik Tiongkok yang memberikan harapan bagi investor bahwa konflik perdagangan berpotensi mereda.

Protes Hong Kong dipicu perlawanan terhadap rencana undang-undang ekstradisi yang memungkinkan warga Hong Kong menjalani proses hukum di Tiongkok daratan. Gerakan protes ini lalu berubah menjadi seruan yang lebih luas, khususnya terkait hak demokrasi.

Gerakan protes ini juga telah menjadi tantangan terbesar bagi otoritas Tiongkok sejak wilayah semiotonom itu dikembalikan Inggris ke Tiongkok pada 1997. Inggris dan Tiongkok sepakat mempertahankan kebebasan hukum di Hong Kong.

Bentrokan

Sementara itu, kalangan aktivis merencanakan demonstrasi massal akhir pekan ini sebagai upaya memperkuat dukungan publik, meski sebelumnya aksi mereka diwarnai insiden kekerasan dalam pendudukan bandara Hong Kong yang menjadi salah satu pusat transportasi tersibuk di dunia.

Pengunjuk rasa ketika itu menghentikan aktivitas bandara, melawan polisi anti-huru-hara, serta menyerang dua pria yang dituding sebagai mata-mata Tiongkok.

Beijing tampaknya memanfaatkan situasi kekacauan di bandara tersebut. Media pemerintah menerbitkan banyak artikel, gambar, dan rekaman video yang menyalahkan aksi massa. "Tindakan anarkistis kalangan radikal terhadap warga tidak bersalah ini sama saja dengan aksi terorisme," sebuah pandangan yang dilaporkan kantor berita Xinhua.

Otoritas Tiongkok menggambarkan aksi protes warga sebagai upaya yang didanai pihak asing. Mereka menduga terdapat motif untuk mengguncang Tiongkok melalui pemberontakan rakyat atas kebijakan pemerintah. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More