Kamis 15 Agustus 2019, 19:25 WIB

Tumbangkan Klub Lokal ZGZX 7-0, Tim Pelajar tidak Terkalahkan

Palce Amalo dari China | Sepak Bola
Tumbangkan Klub Lokal ZGZX 7-0, Tim Pelajar tidak Terkalahkan

MI/PALCE AMALO
Pemain Tim Pelajar Indonesia U-16 bersalaman seusai mengalahkan tim ZCZX FC dalam laga terakhir babak penyisihan Gothia Cup

 

TIM Pelajar Indonesia U-16 mengakhiri babak penyisihan grup Gothia Cup China 2019 dengan menumbangkan salah satu tim tuan rumah, ZGZX (True Light Guangzhou) FC dengan skor telak 7-0, Kamis (15/8).

Bertanding di Baishawan Football Park 2, Qingdao, Shandong, Tiongkok, tim pelajar langsung unggul lewat tendangan Erza Bristha Siahaan pada menit ke-2.

Enam menit kemudian, Nadhif Girasta Kosasih menambah gol kedua, dan gol ketiga oleh M Alif Saviola pada menit ke-7. Tujuh menit sebelum babak pertama usai, Rizky Armando menambah lagi gol keempat pada menit ke-23 sehingga kedudukan menjadi 4-0.

Tim asal Guangzhou tersebut bukan tidak merespons. Beberapa kali tendangan gagal berujung gol ke gawang Mahardika Suedi Sanajigawang.

Mahardika, penjaga gawang asal Jawa Timur ini, juga harus menerima kartu kuning karena dinilai menangkap bola di luar garis 16. Namun, tendangan bebas yang dilesatkan pemain ZGZX FC berhasil ditepis Mahardika.

"Sebenarnya bola masih ada di dalam garis tetapi kaki Mahardika keluar dari garis," kata pelatih kiper Tim Pelajar U-16 Indonesia Dwi Pranayudha seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Palce Amalo, dari Shandong.

Di babak kedua, pemain ZGZX banyak menekan tim pelajar. Melihat itu, pelatih kepala Tim Pelajar U-16 Indonesia Maman Suryaman merotasi dua pemain dan kiper. Langkah itu dilakukan untuk menghindari cidera pemain serta memberikan mereka cukup waktu untuk beristirahat sebelum final pada Jumat (16/8) sore.

Meskipun mendapat banyak tekanan, Rizki Armando, striker asal Sumatra Selatan berhasil menciptakan gol keduanya pada menit ke-31, kemudian Iryanto Wandik pada menit ke-53 dan Adzan M pada menit ke-60. Kedudukan akhirpun menjadi 7-0.

Hasil itu sekaligus menjadikan tim pelajar sebagai tim yang tak terkalahkan selama babak penyisihan. Saat ini tim pelajar berada di posisi puncak klasemen dengan 15 poin dan 28 gol serta kebobolan satu gol, menyusul Tim Easterns High School asal Afrika Selatan pada posisi kedua dengan mengoleksi 10 poin, 10 gol serta kebobolan 6 gol.


Baca juga: Tim Pelajar U-16 ke Final Gothia Cup


Dengan demikian pada final, peraih poin terbanyak pertama dan kedua yakni tim pelajar Easterns High School akan berhadapan di final untuk memperebutkan juara 1. Eastern High School melaju ke final setelah bermain imbang 2-2 di Lapangan Baishawan Football Park 4 bersamaan waktu dengan laga tim pelajar vs ZGZX. Sedangkan PT Elite asal China berada di posisi ketiga dengan 8 poin, tujuh gol, dan kebobolan 10 gol.

Menurut Maman, di laga final, tim asuhannya diingatkan untuk mewaspadai dua pemain Afrika Selatan.

"Dua orang itu pemain sayap dan striker. Mereka lebih menonjol dari pemain lainnya," katanya.

Namun saat menjamu tim tersebut di penyisihan grup, lanjut Maman, tim pelajar berhasil melesatkan gol lebih awal yang membuat mental lawan jatuh.

"Kita tekan dari awal akhirnya berhasil dan mereka drop," ujarnya.

Maman mengaku belum memastikan tim mana yang akan keluar sebagai juara Gothia Cup 2019. Karena itu, yang ditekankan kepada pemain ialah jangan meremehkan lawan. Satu langkah lagi tim pelajar membawa pulang Piala Gothia Cup 2019, tetapi pemain harus bekerja keras, bersemangat, serta fokus dan konsentrasi.

"Grafik mereka juga bagus sehingga kita anggap sebagai lawan berat. Kita tetap waspada dan konsentrasi karena pertandingan tingal satu langkah lagi," ujarnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More