Kamis 15 Agustus 2019, 19:12 WIB

Perlu Penelitian Intensif agar Akar Bajakah Bisa jadi Obat Kanker

Indriyani Astuti | Humaniora
Perlu Penelitian Intensif agar Akar Bajakah Bisa jadi Obat Kanker

MI/sriyanti
Siswa penemu obat penyembuh kanker Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani bersama guru pembimbing Helita Gusran (tengah)

 

INFORMASI mengenai hasil penelitian akar Bajakah, tanaman tradisional suku Dayak yang bisa menyembuhkan kanker payudara oleh siswi SMAN 2 Palangkaraya memerlukan penelitian lebih lanjut dalam melihat efektivitas khasiat tanaman tersebut.

Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Budi Wiweko menuturkan Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang luar biasa dan bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan herbal.

Namun, untuk bisa menjadi obat dan dapat memberikan efek terapetik harus melalui proses panjang sebelum bisa jadi terapi standar dan dikomersilkan.

Baca juga: Riset Kayu Bajakah Penyembuh Kanker Segera Dipatenkan

Proses itu, terang Prof. Budi, diantaranya mencari zat ekstrak dari akar Bajakah yang  efektif atau mujarab dijadikan bahan obat. Lalu, ada pula proses uji klinis untuk mengetahui efektivitas dan keamanan obat tersebut apabila dikonsumsi.

"Dalam satu tanaman ada ratusan zat yang terkandung. Harus dicari zat mana yang bisa digunakan sebagai obat. Kalau makan akar Bajakah tanpa diesktrak, namanya jamu," tuturnya dalam sebuah diskusi media di Jakarta, pada Kamis (15/8).

Penelitian lanjutan juga dilakukan untuk melihat aman atau tidaknya tanaman tersebut melalui uji toksisitas. Itu diperlukan guna melihat suatu bahan atau senyawa kimia menimbulkan kerusakan pada saat mengenai bagian dalam atau permukaan tubuh yang peka.

"Potensinya sudah ada tapi harus dikerjakan lebih lanjut," tukasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More