Kamis 15 Agustus 2019, 15:13 WIB

Infrastruktur ke TPA Milik Pemkab Lembata Rusak

Alexander P Taum | Nusantara
Infrastruktur ke TPA Milik Pemkab Lembata Rusak

Antara
Ilustrasi

 

WAKIL Bupati Lembata, NTT, Thomas Langoday menegaskan pihaknya berkomitmen dalam penanganan sampah di dalam Kota Lewoleba.

"Salah satu aspek yang harus menjadi perhatian serius adalah masalah sampah. Sampah yang berserakan dimana-mana terutama sampah plastik harus menjadi musuh kita bersama. Kabupaten Lembata juga sedang gencar memerangi sampah. Karena itu, kepada seluruh komponen masyarakat di Lembata hendaknya menjadi pioner dalam memerangi sampah," kata Thomas, Kamis (15/8).

Komitmen Pemkab Lembata ini belum diikuti kesungguhan memperbaiki akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir. (TPA) di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan. Jalan menuju TPA rusak parah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi, kepada Media Indonesia menyebutkan komitmen pemerintah daerah dalam memerangi sampah plastik sudah ditunjukan dalam pola penganggaran di APBD II tahun 2020. Pemerintah bersama DPRD setempat telah menyetujui rekrutmen 50 tenaga pungut sampah, disertai pengadaan 9 buah container sampah.

"Kita kekurangan personel pasukan kuning. Kali ini kita tambah dua kali lipat, ditambah 9 kontainer sampah yang akan ditempatkan di 9 Kelurahan dalam kota Lewoleba dan dua pasar yang ada didalam kota Lewoleba," ujar Suciadi.

TPA Lembata dibangun oleh Dinas Pekerjaan umum Provinsi NTT, dan diserah terimakan kepada Pemkab Lembata tahun 2016. Namun Pemkab Lembata belum dapat mengoperasikan TPA tersebut walau sudah  selesai dibangun 4 tahun silam. Kini kondisi TPA Waijarang dibiarkan terbengkalai. Akibatnya, sampah kota Lewoleba dibuang tak tentu arah.

baca juga: ASN Mengeluh Sumbangan Rp75 Ribu Untuk HUT-74 RI

"Kalau penambahan personel dan kontainer sampah sudah diakomodir, sekarang kita berharap Dinas PUPR segera membangun jalan menuju TPA di Desa Waijarang, agar TPA tersebut dapat segera dioperasikan," harapnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More