Kamis 15 Agustus 2019, 08:36 WIB

Polisi Usut Pelaku Teror Bom Catut Nama Isis di Unpatti

Antara | Nusantara
Polisi Usut Pelaku Teror Bom Catut Nama Isis di Unpatti

Antara
Ilustrasi

 

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Maluku melakukan pengusutan terhadap oknum pelaku yang diduga memasang sebuah tulisan bernada ancaman teror bom dengan mencatut nama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.   

"Penyelidikan ini mulai dilakukan sejak Rabu, (14/8) kemarin setelah ditemukannya sebuah tulisan tangan bernada ancaman bom di dalam ruang tunggu Fakultas Ekonomi sekitar pukul 09:25 WIT," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat di Ambon, Kamis (15/8).
    
Tulisan bernada teror bom yang ditempelkan pada dinding sebelah kiri ruang tunggu Fakultas Ekonomi ini menggunakan tulisan tangan berwarna hitam yang isinya adalah Kami anggota teroris mengancam akan bom Universitas Pattimura dan semuanya, ISIS.

Menurut dia, penyidik Dit Reskrimsus telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menginterogasi sejumlah saksi di antaranya Rasul Lakadimu, 34 merupakan petugas kebersihan dan orang yang pertama kali menemukan tulisan tersebut, Sandro Tetelepta, 30 seorang petugas keamanan Unpatti, serta Dekan Fekon Unpatti, Prof. DR Earli Leiwakabessy.        

Saksi Rasul Lakadimu yang merupakan petugas kebersihan dan honorer Fekon menerangkan, pada Rabu (14/8)  sekitar pukul 07:15 WIT, saat membuka pintu gerbang ruangan dekan melihat tulisan itu yang berada di dinding sebelah kiri lorong di ruang tunggu dekat tangga lantai satu. Ketika melihat tulisan tersebut, ia langsung memberitahukan kepada
petugas keamanan Unpatti.Sehari sebelumnya di lantai dua ruangan fekon berlangsung kegiatan pemilihan dewan mahasiswa Fekon dari pukul 15:00 WIT hingga pukul 22:00 WIT dan setengah jam kemudian saksi Rasul Lakadimu langsung menutup pagar ruangan kemudian kembali ke rumah.    

Kemudian saksi Sandro Tetelepta menjelaskan sekitar pukul 07.18 WIT menerima informasi dari Rasul Lakadimu bahwa telah ditemukan tulisan bernada teror dan langsung dicek oleh Satpam Unpatti ini.    

Namun pada saat pergantian piket, yang bersangkuan lupa atau tidak menginformasikan tulisan bernada ancaman teror bom kepada piket keamanan yang baru.    

Polisi juga mendapatkan keterangan dari Dekan Fekon Unpatti Ambon, Prof. DR Earli Leiwakabessy bahwa sejak Selasa, (13/8) sekitar pukul 15:00 WIT berlangsung pemilihan dewan mahasiswa dari pukul 15:00 WIT hingga pukul 22:00 WIT.

baca juga: DPRD Purwakarta Sudah Bentuk Fraksi-Fraksi
 
Dalam kegiatan tersebut terdapat empat kandidat dan yang terpilih hanya tiga orang di antaranya Adolf Larwafu sebagai ketua dewan mahasiswa, sekretaris Jansen Atuany, dan bendaharanya adalah Bagas Tuankota.  Sementara satu kandidat atas nama Jihan Damat tidak terpilih dalam komposisi dewan mahasiswa dan dalam proses pemilihan tersebut terjadi silang pendapat dan perdebatan alot antara para kandidat, namun berakhir dengan aman dan terkendali. Meski pun sering terjadi perdebatan dalam setiap pemilihan dewan mahasiswa, tidak pernah terjadi tindakan aksi kekerasan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More