Kamis 15 Agustus 2019, 04:45 WIB

KOI Kebut Seleksi Cabang SEA Games 2019

(R-1)  | Olahraga
KOI Kebut Seleksi Cabang SEA Games 2019

Ist
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KOI, Hellen Sarita Delima

KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) berpacu dengan waktu dalam menyaring cabang olahraga yang akan direkomendasikan mengikuti SEA Games 2019 Filipina. Sejauh ini, baru sekitar 20 dari 52 cabang yang direkomendasikan.

"Terkait persiapan SEA Games 2019, KOI masih dalam tahap koordinasi dan menyelesaikan monitoring dan evaluasi (monev). Untuk jumlah cabang yang akan direkomendasikan, KOI mungkin akan mengajukan 36 cabang, tapi bisa bertambah setelah monev tuntas akhir bulan ini," ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KOI Hellen Sarita Delima di sela Rapat Koordinasi Tim Teknis Kemenpora dan Tim Monitoring dan Evaluasi KOI di Jakarta,  Rabu (14/8).

Menurut dia, monitoring dan evaluasi baru tuntas untuk 20 cabang olahraga akibat beberapa hal seperti berbenturan dengan agenda cabang dan pelaksanaan pelatnas.

Padahal, kata dia, monitoring dan evaluasi merupakan penilaian untuk menentukan layak atau tidak cabang itu berangkat ke Filipina.

"Kami juga akan melakukan pertemuan internal dengan Kemenpora untuk menenentukan seluruh persiapan kontingen. Tadi juga ada beberapa cabang olahraga seperti panahan yang sudah siap untuk melakukan peninjauan lokasi di Filipina dan itu akan kita berangkatkan bersama semua wakil cabang lain melalui tim advance," terangnya.

Lebih jauh, Hellen me-nyarankan semua cabang mendaftarkan atlet sebanyak mungkin ke panitia pelaksana supaya saat finalisasi kontingen nama-nama yang dibutuhkan sudah terdaftar.

"Tenggatnya 2 September dan KOI meminta mereka menyerahkan nama atletnya pada 30 Agustus," paparnya.

Hellen menambahkan pihaknya hanya akan meng-izinkan cabang yang lolos monitoring dan evaluasi untuk tampil di SEA Games 2019. Dengan begitu tidak ada lagi kejadian cabang olahraga yang tidak layak pergi sendiri dengan membawa nama Indonesia ke SEA Games.

"Soal target medali emas, terlalu dini dibicarakan, tapi pemerintah menargetkan 53. Maka kita jadikan itu dulu sebagai patokan. Segera KOI akan memberikan keterangan menyangkut target itu setelah kontingen terbentuk," tegasnya.

Hambatan jarak
Di sisi lain, pertemuan kemarin juga membahas soal hambatan jauhnya wisma atlet SEA Games 2019 dengan sejumlah venue. Pasalnya itu bisa menyebabkan para atlet kelelahan atau menambah anggaran tranportasi.

Diketahui, kontingen Indonesia akan bermukim di Manila, sementara venue sebagian besar berada di beberapa kota sekitarnya. Sebanyak 15 venue berada di Metro Manila, 11 di Clark, 9 di Subic, dan 8 lainnya di kota lain. Untuk venue yang berada di Clark atau Subic itu harus ditempuh dengan waktu 4,5 jam sehingga bisa menggerus kebugaran atlet.

"Maka transportasi kita perhitungkan supaya atlet tidak capek sebab tidak ada penerbangan langsung ke venue. Maka perlu ada dana tambah-an, tapi masih diperhitungkan untuk menentukan pilihan mana yang akan diambil, darat atau udara," terang Hellen

Salah satu langkah untuk memutuskan persoalan itu, kata dia, timnya akan bergerak ke lokasi. Selain untuk meninjau venue, juga untuk memetakan transportasi yang paling tepat apakah melalui darat atau udara, termasuk memerinci dana yang harus dikeluarkan. (R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More