Kamis 15 Agustus 2019, 04:20 WIB

AS Rombak Penjagaan di Penjara Epstein

Tesa Oktiana Surbakti tesa@mediaindonesia.com | Internasional
AS Rombak Penjagaan di Penjara Epstein

(Photo by Nicholas Kamm / AFP)
JAKSA Agung Amerika Serikat, William Barr

 

JAKSA Agung Amerika Serikat, William Barr, menginstruksikan pemindahan sipir penjara tempat pengusaha Jeffrey Epstein ditahan. Epstein ditemukan tewas bunuh diri saat menanti jadwal persidangan kasus perdagangan seks.

Sebagai pejabat tinggi penegakan hukum AS, Barr berkomitmen untuk melanjutkan penyelidikan kematian Epstein yang mengejutkan. Dia menyayangkan sistem penjara yang dinilai gagal mengamankan tahanan.

Meskipun menyebut ada pelanggaran serius, Barr tidak menjabarkannya secara spesifik.

Pengumuman perombakan petugas di Metropolitian Correctional Center Manhatan itu mencakup pemindahan kepala penjara ke bagian lain di Biro Penjara Federal. Pihak departemen telah menunjuk pengganti dan menempatkan dua petugas perbaikan di unit tahanan Epstein sembari proses investigasi berjalan.

"Langkah tambahan bisa diambil dengan menyesuaikan situasi terbaru," ujar juru bicara Departemen Kehakim-an AS, Kerri Kupec, dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, Kupec mengungkapkan James Petrucci, sipir di Federal Correctional Institution Otisville, New York, ditunjuk sebagai sipir sementara MCC. Pihaknya enggan menyebut nama sipir yang dirotasi, tetapi sejumlah sumber mengidentifikasi sipir tersebut bernama Lamine N'Diaye yang sebelumnya bertugas di kantor hubungan internal Biro Penjara.

Kebijakan Departemen Kehakiman AS terkait rotasi petugas ini menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menginginkan investigasi penuh terhadap kasus kematian Epstein.

Pada Selasa (13/8), Trump memuji sikap Barr dalam mengatasi kasus kematian Epstein.

"Saya menginginkan investigasi menyeluruh. Saya ingin jaksa agung menjalankan hal tersebut," pungkas Trump.

Trump mempertahankan sikapnya yang tertuang dalam akun Twitter. Dia juga mengunggah kembali cicitan mengenai teori konspirasi yang tidak berdasar dari komedian Terrence K Williams bahwa mantan Presiden AS Bill Clinton terlibat dalam kasus kematian Esptein.

Menjerat miliarder

Epstein ditemukan tewas dalam tahanan pada Sabtu (10/8) pagi dengan keadaan gantung diri. Pria yang mengaku dekat dengan Trump dan Clinton itu ditangkap pada 6 Juli.

Dia mengklaim tidak bersalah atas tuduhan perdagangan seks yang melibatkan puluhan perempuan muda.

Pengusaha berusia 66 tahun itu diawasi ketat untuk menutup celah bunuh diri. Akan tetapi, sumber yang dekat dengan kasus tersebut mengungkapkan Epstein tidak dijaga saat mengembuskan napas terakhir. Padahal, dua penjaga penjara MCC diwajibkan melakukan pemeriksaan terpisah terhadap seluruh tahanan, setidaknya setiap 30 menit. Namun, masih menurut sumber tersebut, prosedur tidak dijalankan pada malam kematian Epstein.

Tim pemeriksa kesehatan New York City menyatakan proses autopsi kematian Epstein rampung pada Minggu (11/8), tetapi informasi penyebab kematiannya belum bisa diungkapkan.

Sejumlah anggota parlemen AS kini mendesak pemerintah segera menahan pihak terkait yang diduga membantu Epstein dalam menjalankan perdagangan seks.

Skandal Epstein juga menjerat Leslie Wexner, miliarder dan kepala eksekutif L Brands Inc yang membawahkan produk kecantikan Victoria's Secret dan Bath & Body Works. Sebelumnya, Wexner memercayakan Esptein sebagai pengelola finansial pribadi. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More