Rabu 14 Agustus 2019, 21:40 WIB

KLHK Segel Area Konsesi Terbakar di Kalimantan Barat

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
KLHK Segel Area Konsesi Terbakar di Kalimantan Barat

Antara/Jessica Helena Wuysang
Prajurit TNI berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kalimantan Barat

 

DIREKTORAT Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menyegel lokasi lahan terbakar.

Kali ini 3 lokasi pada areal konsesi di Kalimantan Barat yakni PT MSL (Kabupaten Mempawah), serta PT TAS dan PT SPAS (Kabupaten Ketapang). Total lahan terbakar yang disegel 200 hektare (ha).

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatatkan, pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada 58 pimpinan perusahaan yang lokasinya terindikasi ada hotspot (titik panas).

"Kami telah menugaskan para pengawas, penyidik dan tim SPORC untuk menindak para pembakar lahan. Korporasi yang terlibat karhutla harus dihukum seberat-beratnya dan pemerintah berkomitmen dalam menindak pelaku karhutla," kata Rasio melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/8).

Adapun kebakaran lahan di areal konsesi IUPHHK-HTI milik PT MSL, di Kabupaten Mempawah, mencapai luas 40 ha. Kebakaran lahan di lokasi konsesi PT TAS, Kecamatan Tanjung Baik Budi, Kabupaten Ketapang mencapai 100 ha. Kebakaran lahan di konsesi PT SPAS, di Kecamatan Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, mencapai 60 ha.

Baca juga : Pelaku Karhutla akan Ditembak di Tempat di Musi Banyuasin

Komandan SPORC Gakkum Brigade Bekantan Kalimantan Hari Novianto mengatakan papan segel di lahan konsesi perusahaan yang terbakar telah dipasang sehingga perusahaan tidak bisa memanfaatkan lahan itu untuk aktivitas usaha.

Pekan lalu, imbuhnya, KLHK telah juga menyegel lahan terbakar milik 7 perusahanan perkebunan dan HTI di Kalbar.

"Kami sudah memanggil wakil 7 perusahaan yang lahannya sudah disegel sebelumnya untuk meminta klarifikasi terkait adanya kebakaran di areal perusahaan-perusahaan itu,” ujar Hari.

Penyidik sudah menetapkan satu tersangka berinisial UB sebagai tersangka pembakar lahan seluas 270 ha di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Hingga saat ini, tim melakukan pengawasan 24 jam per hari memantau titik api dan kebakaran hutan dan lahan terutama di areal perizinan perkebunan kelapa sawit, IUPHHK-HTI, dan IUPHHK-HA. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More