Rabu 14 Agustus 2019, 21:15 WIB

Perkuat Bukti Kasus Suap Impor Bawang, KPK Geledah 5 Lokasi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Perkuat Bukti Kasus Suap Impor Bawang, KPK Geledah 5 Lokasi

MI/M. Irfan
Penyidik KPK saat menggeledah salah satu ruangan di DPR (ilustrasi penggeledahan)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah 5 lokasi terkait dengan kasus suap izin impor bawang putih 2019. Penggeledahan dilakukan secara pararel di dua provinsi berbeda.

"Setelah melakukan serangkaian penggeledahan di 11 lokasi sejak Jumat, 9 Agustus 2019, hari ini dua tim secara paralel ditugaskan di Jakarta dan Bandung untuk lakukan penggeledahan di lima lokasi," terang Juru Bicara KPK Febri Dianysah kepada wartawan, Rabu (14/8).

Di Jakarta, tim KPK menggeledah kantor PT PERTANI (Persero), tempat tinggal seorang saksi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan dan Rumah tersangka Elviyanto (ELV) di Kota Wisata Florence, Ciangsana Gunung Putri, Bogor, Jawa barat

Sementara di Bandung, Jabar tim KPK menggeledah sebuah rumah saksi di Katapang Indah Residence dan rumah tersangka Doddy Wahyudi di Cipahit Bandung Wetan.

Dari penggeledahan tersebut turut disita sejumlah dokumen terkait izin impor bawang putih.

Baca juga : KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Suap Izin Impor Bawang Putih

"Dari lokasi tersebut KPK lakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait pengurusan impor bawang putih dan barang bukti elektronik," jelas Febri.

Sebelumnya KPK telah menggeledah kantor money changer milik I Nyoman Dharmantra, sebuah apartemen milik Mirawati Basri pada Jumat (9/8).

Penggeledahan dilanjutkan pada Sabtu (10/8) dan menyasar ke tiga lokasi, yakni rumah Doddy Wahyudi di Tambun, Bekasi. Selain itu apartemen di Cilandak milik Nyoman juga digeledah.

Kemudian pada Senin (11/8), KPK menggeledah tiga lokasi yakni ruang kerja Nyoman di DPR, ruang Dirjen perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan di ruang Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Keenam orang itu ialah anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Dharmantra; Chandry Suanda alias afung dari pihak swasta; Doddy Wahyudi pihak swasta; Zulfikar dari pihak swasta; Mirawati Basri yang merupakan orang kepercayaan Nyoman dan Elviyanto dari swasta.

Chandry merupakan pemilik PT Cahaya Sakti Agro (PT CSA) yang bergerak di bidang pertanian yang diduga memiliki kepentingan dalam mendapatkan kuota impor bawang putih dalam perkara ini. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More