Kamis 15 Agustus 2019, 03:00 WIB

Gandeng Swasta demi Atasi Defisit Perumahan        

Andhika Prasetyo     | Ekonomi
Gandeng Swasta demi Atasi Defisit Perumahan        

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan perumahan subsidi

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan memangkas angka defisit atau backlog perumahan dari saat ini 7,6 juta unit menjadi 5 juta unit pada 2024.

“Itu sudah masuk Visium PU-Pera 2030 dengan penjabar­an target sektor ­perumahan di 2020-2024 yaitu penurunan backlog menjadi 5 juta unit,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto dalam lokakarya tentang perumahan terjangkau di Jakarta, Rabu (14/8).

Dalam catatannya, saat ini sekitar 50% populasi Indonesia tinggal di perkotaan dan diperkirakan jumlah tersebut bakal mencapai 70% pada 2030 mendatang. 

Jika tidak segera ditangani, persoalan tempat tinggal yang tak layak, termasuk perkampungan padat di kota, masih akan menghantui dalam lima tahun ke depan.

Untuk mencapai target tersebut, sambung Eko, Program Sejuta Rumah (PSR) yang telah dimulai sejak 2015 akan kembali dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebanyak 3,9 juta hunian dengan nilai investasi Rp780 triliun diproyeksikan bisa terbangun dalam kurun waktu tersebut.

“Tetapi pemerintah tidak akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan anggaran itu. Perlu ada kerja sama dengan sektor swasta untuk merealisasikan target tersebut,” ucapnya.

Pemerintah, lanjutnya, hanya mampu mengeluarkan pendanaan sekitar 30% dari total kebutuhan Rp780 triliun tersebut. Sebanyak 70% diharapkan bisa datang dari pelaku usaha, baik milik pemerintah maupun swasta.
Pemerintah pun kini tengah menyiapkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di sektor perumahan.

Skema yang sama sejatinya telah dilaksanakan untuk membangun jalan, jembatan, dan fasilitas air minum. 

“Dan sekarang kita akan coba skema itu untuk perumahan. Skema itu seharusnya bisa diterapkan untuk semua pembangunan infrastruktur,” tandasnya.

Apresiasi Bank Dunia
Di acara yang sama, Bank Dunia mengapresiasi Prog-ram Sejuta Rumah yang digagas Kementerian PU-Pera tersebut.

Ekonom Urban Senior Bank Dunia, Marcus Lee, menyampaikan bahwa pemerintah memang dituntut membuat terobosan dalam pengadaan rumah yang layak di tengah keterbatasan kemampuan APBN.

“Target Program Sejuta Rumah adalah sebagai sarana mencapai tujuan untuk menyediakan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Marcus.

Marcus yang juga menjabat Koordinator Program Urban Indonesia Bank Indonesia (BI) itu juga menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak untuk menyediakan solusi bagi permasalahan perumahan, misalnya mencari lahan yang cukup guna menyelesaikan persoalan perumahan. (Ant/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More