Rabu 14 Agustus 2019, 19:33 WIB

Surya Paloh: Bangsa Ini Harus Jadikan Pluralisme Sebagai Kekuatan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Surya Paloh: Bangsa Ini Harus Jadikan Pluralisme Sebagai Kekuatan

MOHAMAD IRFAN
Ketua umum Partai NasDem Surya Paloh memaparkan materi saat memberikan kuliah umum kebangsaan di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta.

 

TOKOH nasional yang juga Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengisi kuliah umum kebangsaan di Kampus pasca sarjana Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Rabu (14/8). Menurutnya, penghormatan terhadap pluralisme merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang bisa dilakukan untuk tetap mempertahankan ideologi Pancasila.

“Penghormatan pada pluralisme apakah masih menjadi andalan kita di negeri ini? silahkan jawab sendiri. Saya katakan dari apa yang saya pahami paling tidak terdistorsi dikit dari 75%. Harus diakui kita tidak tempatkan pluralisme menjadi salah satu kekuatan kita menjalankan bangsa dan negara, namun saya berysukur bangsa ini masih menempatkan ideologi Pancasila,” kata Surya.

Surya pun memaparkan bahwa tantangan bersama kita ke depan ialah persaingan di tingkat global. Ia mengajak seluruh elemen bangsa terutama kaum muda untuk mampu terus belajar dan menguasai teknologi untuk mewaspadai menurunnya kualitas SDM dan SDA yang ada di Indonesia.

“Itu jawaban tentang tantangan Indonesia. Tantangan yang utama ialah mampukah kita mempertahankan NKRI ini. Inilah merupakan tantangan bersama. Karena ekses dari sitem yang ada pada hari ini yang tumbuh berkembang adalah aliran yang non Pancasila yang tidak ada kedekatan emoisional tentang komitmen Pancasila,” tandasnya.

Selain itu, Surya juga memaparkan tantangan-tantangan perjalanan bangsa Indonesia dari orde lama, baru, serta tantangan saat ini di era reformasi.

Di hadapan 150 peserta kuliah umum yang didominasi oleh mahasiswa Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI), Surya menyebut bahwa Indonesia tidak pernah terlepas dari tantangan. Tantangan tersebut sudah ada sejak era penjajahan kolonial di mana para pendiri bangsa berjuang bersama merebut kemerdekaan.

"Seperti yang kalian tau tantangan itu adalah bagaimana kita berupaya dengan kemampuan yang ada agar keutuhan bangsa ini tetap terjaga," ungkap Surya.

Dalam kesempatan tersebut Surya juga menegaskan bahwa bangsa ini juga memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga mampu membuat negeri ini sangat kaya belum lagi dengan jumlah penduduk demografis yang masuk dalam daftar papan atas dunia. Surya menyebut tersebut menjadi tantangan bagi anak bangsa untuk bertanggung jawab mengelola apa yang sudah diberikan Tuhan untuk Indonesia.

“Kita bicara mengenai tantangan betapa karunia sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa telah kita peroleh. Kita coba breakdown dimana saja saya katakan tidak semua negeri, tidak semua bangsa-bangsa lain mendapatkan anugerah yang begitu luar biasa seperti apa yang dimiliki kita di negeri ini,” kata Surya.

Surya mengatakan kenikmatan yang dialami oleh bangsa ini merupakan episode dari hasil akumulasi perjalanan masa lalu dimana Indonesia pernah terjajah selama 3,5 abad.

“Sejak awal kemerdekaan pejuang bangsa kita, pemikir bangsa bisa melahirkan obsesi besar tentang kemerdekaan. Tiga hari lagi kita akan menyambut 74 tahun episode kemerdekaan kita,” tambah Surya.

Surya juga terpukau dengan para pendiri bangsa ini diantaranya dalam merumuskan apakah mengenaiu sistem ketatanegaraan pemerintahan Indonesia. Ada dua pilihan apakah menggunakan sistem parlementer atau presidensial. Selain itu, Surya juga mengapresiasi hasil-hasil diplomasi kelas dunia yang dilakukan oleh para pendiri bangsa yang sukses menggelar Konfrensi Asia Afrika (KAA) pada saat itu.

“Indonesia juga berhasil menempatkan diri sebagai negara non blok. Banyaknya negara yang merdeka terinspirasi dari KAA," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Surya juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk dapat mengisi cita-cita proklamasi dengan bersama-sama menghormati rasa toleransi. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More